Zulhas Minta Anggota DPRD dari PAN di Seluruh Indonesia Terjun ke Lapangan Belajar Kelola Sampah
Zulhas Minta Anggota DPRD dari PAN di Seluruh Indonesia Terjun ke Lapangan Belajar Kelola Sampah

Zulhas Minta Anggota DPRD dari PAN di Seluruh Indonesia Terjun ke Lapangan Belajar Kelola Sampah

Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari seluruh provinsi Indonesia berkumpul di Jakarta pada hari Senin untuk mengikuti program pelatihan lapangan belajar mengelola sampah. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Ketua Fraksi, Zulhas, yang menekankan pentingnya pemahaman praktis tentang pengelolaan sampah bagi para legislator.

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah, dengan volume sampah yang terus meningkat dan infrastruktur yang belum memadai. Zulhas berpendapat bahwa legislator tidak hanya berperan dalam pembuatan regulasi, melainkan juga perlu merasakan secara langsung kondisi di lapangan agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

Pelatihan ini dirancang dengan tiga tujuan utama:

  • Memberikan pengetahuan teknis tentang sistem pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah.
  • Meningkatkan kemampuan legislator dalam merumuskan kebijakan berbasis data lapangan.
  • Mendorong kolaborasi antar daerah untuk mengadopsi praktik pengelolaan sampah yang sukses.

Selama sesi, peserta diajak mengunjungi fasilitas pengolahan sampah terintegrasi, menyaksikan proses pemilahan manual maupun otomatis, serta berpartisipasi dalam workshop simulasi penataan titik kumpul sampah di tingkat kecamatan. Diskusi interaktif juga digelar untuk mengevaluasi regulasi yang ada dan mengidentifikasi celah yang perlu diperbaiki.

Zulhas menyampaikan, “Saya mengajak semua anggota DPRD PAN untuk tidak hanya menjadi pembuat kebijakan di ruang rapat, tetapi juga menjadi agen perubahan di lapangan. Pengalaman langsung ini diharapkan dapat memperkaya perspektif kami dalam menyusun peraturan yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.”

Jika program ini berhasil direplikasi di seluruh wilayah, diharapkan akan muncul kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas lokal, seperti insentif bagi usaha daur ulang, standar pemilahan sampah di rumah tangga, dan peningkatan kapasitas pengelola sampah daerah. Keberhasilan inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi partai politik lain dalam mengintegrasikan pendidikan praktis ke dalam agenda legislatif.