Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Sepanjang lebih dari delapan dekade, Piala Dunia FIFA telah menyajikan momen‑momen yang mengukir sejarah. Berdasarkan peringkat yang dirilis oleh GiveMeSport, berikut sepuluh pertandingan paling ikonik yang tidak hanya menampilkan kualitas teknik tinggi, tetapi juga dramatisasi yang melampaui lapangan hijau.
- Argentina vs Inggris (1986, Meksiko) – “Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini” – Pada perempat final, Diego Maradona mencetak dua gol yang menjadi legenda. Gol pertama muncul setelah ia mencontek secara kontroversial, sementara gol kedua menampilkan dribbling menembus lima pemain Inggris sebelum menutup gawang.
- Jerman Barat vs Prancis (1982, Spanyol) – Adu Penalti Epik – Laga semifinal berakhir 3‑3 setelah perpanjangan waktu. Kedua tim kemudian beradu dalam adu penalti yang berakhir 5‑4 untuk Jerman, menciptakan salah satu duel paling menegangkan dalam sejarah turnamen.
- Brasil vs Italia (1970, Meksiko) – Final “Samba” yang Sempurna – Brasil menang 4‑1 dengan penampilan gemilang Pelé, Jairzinho, dan Carlos Alberto. Gol penutup dari Carlos Alberto menjadi contoh sempurna dari serangan tim yang mengalir.
- Belanda vs Argentina (1978, Argentina) – Duel Taktik di Tanah Kandang – Pertandingan berakhir 3‑1 untuk Belanda setelah perpanjangan waktu. Gol penentu Mario Kempes menegaskan Argentina sebagai juara meski harus menelan kekalahan pada laga final.
- Inggris vs Jerman Barat (1966, Inggris) – Kontroversi Gawang – Final yang dimenangkan Inggris 4‑2 lewat perpanjangan waktu. Gol ke-3 Inggris (Geoff Hurst) menjadi perdebatan lama karena apakah bola sepenuhnya melewati garis gawang.
- Spanyol vs Belanda (2010, Afrika Selatan) – Gol Penentu Andrés Iniesta – Final yang sangat ketat berakhir 1‑0 untuk Spanyol berkat gol tunggal Andrés Iniesta pada menit ke‑116, menutup penantian 88 tahun negara tersebut.
- Brasil vs Jerman (2002, Korea Selatan/Jepang) – Pertarungan Dua Raksasa – Final yang dimenangkan Brasil 2‑0 lewat gol Ronaldo, menandai gelar kelima Brasil dan kembali menegaskan statusnya sebagai tim terkuat.
- Jerman vs Argentina (2014, Brasil) – Gol Penentu Mario Götze – Pada perpanjangan waktu final, Mario Götze mencetak gol tunggal yang memberi Jerman gelar keempatnya, menyelesaikan turnamen dengan gaya dramatis.
- Belgia vs Jepang (2018, Rusia) – Comeback Ajaib – Belanda (seharusnya Belgia) melakukan comeback luar biasa dari ketertinggalan 2‑0 menjadi kemenangan 3‑2, menampilkan aksi brilian Romelu Lukaku dan Eden Hazard.
- Argentina vs Prancis (2022, Qatar) – Duel Messi vs Mbappé – Final yang berakhir 3‑3 setelah perpanjangan waktu. Argentina unggul lewat adu penalti 4‑2, dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappé mencatatkan gol-gol spektakuler, menjadikan pertandingan ini salah satu final paling epik dalam sejarah.
Kesemua pertandingan tersebut menunjukkan betapa Piala Dunia mampu menjadi panggung bagi pemain legendaris untuk menorehkan aksi‑aksi yang tetap hidup dalam ingatan penggemar sepak bola di seluruh dunia.




