11 Tuntutan Buruh yang Akan Disampaikan ke Presiden Prabowo pada May Day di Monas
11 Tuntutan Buruh yang Akan Disampaikan ke Presiden Prabowo pada May Day di Monas

11 Tuntutan Buruh yang Akan Disampaikan ke Presiden Prabowo pada May Day di Monas

Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto akan memimpin perayaan Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, bersama sekitar 50.000 pekerja dari berbagai sektor. Acara yang dijadwalkan pada 1 Mei ini menjadi ajang penting bagi serikat pekerja untuk menyampaikan serangkaian tuntutan langsung kepada kepala negara.

Berikut adalah rangkaian 11 tuntutan utama yang akan diangkat oleh perwakilan buruh pada hari tersebut:

  1. Peningkatan upah minimum menjadi minimal Rp5.000.000 per bulan, dengan penyesuaian tahunan berdasarkan inflasi.
  2. Penerapan jaminan kesehatan universal bagi semua pekerja, termasuk pekerja informal dan kontrak.
  3. Perlindungan hak pensiun dengan skema pensiun wajib yang dibiayai bersama antara perusahaan dan pemerintah.
  4. Peningkatan perlindungan tenaga kerja migran melalui regulasi yang mengurangi praktik penipuan dan penyalahgunaan.
  5. Penghapusan praktik outsourcing yang merugikan dan penegakan aturan kerja tetap bagi pekerja yang sudah berada di perusahaan induk lebih dari satu tahun.
  6. Penegakan standar keamanan kerja di sektor konstruksi, pertambangan, dan manufaktur, termasuk inspeksi rutin dan sanksi berat bagi pelanggar.
  7. Peningkatan alokasi anggaran pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi revolusi industri 4.0.
  8. Pembentukan forum dialog berkelanjutan antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.
  9. Penghapusan diskriminasi gender dan upah tidak setara dengan kebijakan transparansi gaji di semua perusahaan.
  10. Peningkatan akses transportasi murah bagi pekerja yang harus menempuh jarak jauh ke tempat kerja.
  11. Penguatan perlindungan bagi pekerja sektor gig economy melalui regulasi yang menjamin hak-hak dasar seperti cuti, asuransi, dan jam kerja yang wajar.

Serikat pekerja berharap bahwa Presiden Prabowo akan menanggapi tuntutan ini secara serius dan memasukkannya ke dalam agenda kebijakan nasional. Jika diterima, langkah‑langkah tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja, menurunkan tingkat kemiskinan, serta memperkuat produktivitas ekonomi Indonesia secara keseluruhan.