Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sebanyak 220 murid Sekolah Dasar dan Menengah pertama masih harus menjalani proses belajar mengajar di dalam tenda darurat.
Situasi ini muncul setelah gedung-gedung sekolah rusak parah akibat bencana alam yang melanda daerah tersebut pada akhir tahun lalu. Kerusakan struktural membuat beberapa kelas tidak layak pakai, sehingga pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat menyiapkan tenda sebagai solusi sementara.
Berikut beberapa poin penting terkait kondisi belajar di tenda darurat:
- Jumlah siswa yang terdampak: 220 orang, terdiri dari 130 siswa SD dan 90 siswa SMP.
- Fasilitas terbatas: hanya tersedia papan tulis portabel, lampu tenaga surya, serta meja dan kursi yang bersifat temporer.
- Kondisi cuaca: musim hujan menambah tantangan, dengan risiko kebocoran dan suhu yang tidak nyaman.
- Upaya pemerintah: Dinas Pendidikan telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan belajar, serta menjadwalkan renovasi gedung sekolah dalam tiga bulan ke depan.
- Keterlibatan masyarakat: Relawan lokal membantu memasang tenda, menyumbangkan bahan bangunan, dan menyediakan makanan ringan bagi siswa.
Walaupun situasi ini menimbulkan banyak kendala, para guru berusaha menjaga kualitas pembelajaran dengan menyesuaikan metode mengajar, termasuk penggunaan materi digital yang dapat diakses lewat perangkat seluler.
Pihak berwenang berharap pembangunan kembali infrastruktur sekolah dapat selesai sebelum tahun ajaran berikutnya, sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak dan aman.




