250 personel gabungan dikerahkan tertibkan PKL di Jaktim
250 personel gabungan dikerahkan tertibkan PKL di Jaktim

250 personel gabungan dikerahkan tertibkan PKL di Jaktim

Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Jakarta Timur kembali menjadi sorotan setelah otoritas setempat menurunkan 250 personel gabungan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Raya Bogor. Aksi penertiban yang dilaksanakan pada pagi hari Senin, 8 April 2026, melibatkan unsur Polri, Satpol PP, dan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Penertiban dimulai pukul 06.30 WIB dengan tujuan utama mengurangi kemacetan dan menjaga kebersihan jalan utama yang menjadi jalur utama transportasi publik dan kendaraan pribadi. Menurut Kepala Seksi Penertiban Satpol PP Jakarta Timur, sebanyak 120 kios ilegal serta 300 pedagang yang beroperasi tanpa izin berhasil dibongkar. Barang dagangan yang disita meliputi makanan siap saji, minuman, serta perlengkapan dagang lainnya dengan total nilai perkiraan mencapai Rp 150 juta.

Berikut adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh petugas:

  • Identifikasi lokasi PKL yang mengganggu arus lalu lintas.
  • Pemberitahuan tertulis kepada pedagang tentang kewajiban menghentikan kegiatan.
  • Pengamanan area selama proses pembongkaran untuk menghindari kerusuhan.
  • Pencatatan data pedagang untuk penanganan sosial selanjutnya.

Petugas juga menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan yang biasanya melintasi area tersebut untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan. Selama operasi, tidak ada laporan kerusuhan atau benturan antara petugas dan pedagang.

Gubernur DKI Jakarta, melalui juru bicara, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kelancaran transportasi. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan menyediakan lokasi penempatan kembali bagi pedagang yang bersedia beralih ke area yang telah ditetapkan dengan fasilitas yang memadai.

Reaksi dari kalangan pedagang beragam. Sebagian menyatakan kekecewaan karena kehilangan tempat berjualan, sementara yang lain menyambut baik upaya penertiban dengan harapan mendapatkan tempat yang lebih layak di masa depan.

Otoritas setempat berjanji akan melanjutkan koordinasi lintas sektoral guna memastikan bahwa penertiban tidak berulang secara mendadak dan memberikan solusi jangka panjang bagi para pedagang kaki lima.