Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Bandar Tanjung Priok, sebagai gerbang utama impor barang di Indonesia, kini menghadapi masalah administratif yang mengancam kelancaran arus logistik. Menurut laporan terbaru, sekitar 3.000 dokumen kepabeanan menumpuk di kantor Bea Cukai Tanjung Priok, menyebabkan antrean panjang bagi importir dan menghambat proses pengeluaran barang.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Budi Purbaya, menanggapi kondisi tersebut dengan meminta seluruh tenaga kerja di unitnya untuk bekerja selama 24 jam nonstop. “Kita harus mengefisienkan proses verifikasi dokumen agar antrean dapat berkurang dan arus logistik kembali lancar,” kata Purbaya dalam pernyataan resmi.
Penumpukan dokumen ini dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain peningkatan volume impor setelah pemulihan ekonomi pasca pandemi, serta keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia pada jam operasional biasa. Selain itu, adanya perubahan regulasi kepabeanan yang mengharuskan dokumen tambahan juga memperpanjang waktu proses.
- Volume impor tinggi: Permintaan barang konsumsi dan bahan baku industri meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir.
- Keterbatasan staf: Jumlah petugas yang menangani pemeriksaan dokumen masih berada pada level standar, belum disesuaikan dengan lonjakan beban kerja.
- Regulasi baru: Penambahan persyaratan dokumentasi memperlambat proses verifikasi.
Purbaya menegaskan bahwa timnya akan mengoptimalkan penggunaan sistem digital yang ada, namun tetap memerlukan kehadiran fisik untuk penanganan dokumen fisik yang belum dapat sepenuhnya diotomatisasi. Ia juga mengimbau importir untuk memastikan kelengkapan dokumen sebelum diajukan, guna meminimalisir revisi dan penolakan.
Para pelaku industri logistik menyambut langkah tersebut dengan harapan bahwa operasi 24 jam dapat menurunkan waktu tunggu dan mengurangi biaya tambahan yang biasanya muncul akibat penundaan. Namun, mereka juga menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara pihak bea cukai, agen pengiriman, dan perusahaan importir.
Jika upaya ini berhasil, diharapkan antrean dapat berkurang signifikan dalam minggu-minggu mendatang, sehingga kapal-kapal yang menunggu di pelabuhan dapat segera memuat dan menurunkan beban biaya penyimpanan. Pemerintah menunggu laporan evaluasi dari kantor Bea Cukai Tanjung Priok untuk menilai efektivitas kerja 24 jam ini.




