4 Dokter Internship Meninggal dalam 3 Bulan Terakhir, PDUI Dorong Evaluasi Menyeluruh
4 Dokter Internship Meninggal dalam 3 Bulan Terakhir, PDUI Dorong Evaluasi Menyeluruh

4 Dokter Internship Meninggal dalam 3 Bulan Terakhir, PDUI Dorong Evaluasi Menyeluruh

Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) menggelar audiensi dengan perwakilan dokter internship dari berbagai institusi pendidikan kedokteran.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa dalam tiga bulan terakhir terdapat empat kasus kematian dokter internship yang menimbulkan keprihatinan luas di kalangan profesional medis.

Keempat dokter tersebut berasal dari rumah sakit pendidikan di wilayah yang berbeda dan meninggal secara mendadak setelah menunaikan tugas klinis intensif. Penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan, namun faktor kelelahan, beban kerja berlebih, serta kondisi lingkungan kerja menjadi sorotan utama.

No Nama Instansi Tanggal Meninggal
1 Dr. A RSUP Dr. Sardjito 10 Januari 2026
2 Dr. B RSUP Dr. Hasan Sadikin 22 Februari 2026
3 Dr. C RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo 5 Maret 2026
4 Dr. D RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo 18 April 2026

PP PDUI menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program internship, termasuk peninjauan jadwal kerja, sistem rotasi, serta mekanisme dukungan psikologis bagi para dokter muda.

  • Peninjauan beban kerja harian dan batasan jam kerja klinis.
  • Penyediaan fasilitas istirahat yang memadai di setiap unit layanan.
  • Peningkatan akses ke layanan konseling dan kesehatan mental.
  • Pembentukan tim audit independen untuk menilai faktor risiko kematian.
  • Penguatan prosedur pelaporan insiden kritis secara anonim.

Selain itu, PP PDUI meminta kementerian terkait untuk berkolaborasi dalam penyusunan regulasi yang melindungi kesejahteraan dokter internship, sekaligus memastikan standar keamanan pasien tetap terjaga.

Harapan pihak asosiasi adalah agar langkah-langkah tersebut dapat mencegah terulangnya kasus serupa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman serta mendukung perkembangan profesional dokter muda.