Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Jakarta, VIVA – Seorang beauty vlogger ternama, Tasya Farasya, kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah serangkaian kenangan bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf, di Instagram. Unggahan tersebut tidak hanya memicu spekulasi tentang motif pribadi, melainkan juga membuka tabir keluh kesah pribadi Tasya selama proses perceraian yang masih berlangsung. Berikut lima curhatan yang berhasil diungkap melalui postingan, cerita, dan wawancara singkat dengan lingkungan terdekatnya.
1. Insomnia yang Menyiksa
Setelah perceraian resmi pada November 2025, Tasya mengakui bahwa ia mengalami gangguan tidur yang cukup parah. “Kadang malam saya terjaga sampai pukul tiga atau empat pagi, pikiran terus melayang pada masa lalu,” tulisnya dalam sebuah story Instagram. Menurut pakar psikologi, insomnia sering kali menjadi gejala stres pasca‑perpisahan, terutama bila proses hukum melibatkan konflik berkepanjangan dan sorotan media.
2. Rasa Bersalah atas Kenangan 14 Tahun
Dalam sebuah video yang menampilkan momen joget santai bersama Ahmad, Tasya menulis, “Padahal lu tinggal duduk anteng bray.” Kalimat tersebut menimbulkan dugaan bahwa ia masih menyimpan rasa bersalah atau penyesalan atas keputusan akhir yang diambil. Ia melanjutkan, “Kayaknya gue perlu apusin foto‑foto selama 14 tahun ini deh?! Mager,” menandakan dilema antara melupakan masa lalu atau mengabadikannya sebagai bagian penting dari identitasnya.
3. Tekanan Finansial dan Isu Penipuan Bisnis
Perceraian Tasya dan Ahmad tidak lepas dari kontroversi bisnis. Sebelum perceraian, muncul tudingan penipuan dalam sebuah startup yang mereka kelola bersama. Meskipun tidak ada bukti kuat, tekanan tersebut menambah beban emosional Tasya. “Saya harus tetap menjalankan channel, tetap membayar tim, dan sekaligus mengurus proses hukum,” keluhnya dalam sebuah interview eksklusif dengan tim VIVA.
4. Kesulitan Menjadi Janda Publik
Menjadi sosok publik, Tasya tidak hanya berhadapan dengan rasa duka pribadi, melainkan juga dengan opini publik yang terus mengamati setiap langkahnya. “Setiap kali saya posting, ada saja komentar yang menilai apakah saya terlalu lama mengumbar kenangan atau terlalu cepat move on,” ujar Tasya. Hal ini menambah beban psikologis, terutama ketika ia harus tetap tampil profesional di mata sponsor dan penonton.
5. Harapan untuk Memulai Bab Baru
Meski penuh tantangan, Tasya menunjukkan tekad untuk bangkit. Dalam caption terakhirnya, ia menuliskan, “Mungkin ini saatnya menulis ulang cerita, bukan sekadar menghapus yang lama.” Ia juga mengumumkan rencana meluncurkan seri vlog yang membahas kesehatan mental pasca‑perceraian, sebagai bentuk kontribusi bagi mereka yang mengalami situasi serupa.
Keseluruhan curhatan Tasya Farasya mencerminkan betapa kompleksnya proses perceraian bagi seorang selebriti yang hidup di bawah sorotan. Dari insomnia, rasa bersalah, hingga tekanan finansial, semua menjadi tantangan yang harus dihadapi secara simultan. Namun, dengan mengungkapkan keluh kesahnya secara terbuka, Tasya tidak hanya mencari pelipur lara bagi diri sendiri, tetapi juga membuka ruang dialog tentang kesehatan mental di kalangan publik.







