Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Pada hari Selasa, lima calon manajer Direktorat Keamanan Dan Manajemen Pengamanan (KDMP) tewas dalam sebuah latihan militer (latsarmil) yang diadakan di fasilitas militer setempat. Insiden tersebut menimbulkan keprihatinan luas di kalangan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan prosedur rekrutmen manajer KDMP.
Reaksi Ekonom CELIOS
Ekonom terkemuka dari lembaga riset CELIOS, Budi Santoso, menyampaikan kritik tajam terhadap program latihan tersebut. Ia menilai bahwa latsarmil bagi calon manajer KDMP tidak relevan dengan tugas utama mereka, yang lebih bersifat administratif dan kebijakan keamanan, bukan operasi taktis di lapangan.
Berikut poin utama yang disampaikan oleh Budi Santoso:
- Latihan militer menambah beban fisik dan risiko yang tidak sejalan dengan kompetensi manajerial.
- Anggaran yang dialokasikan untuk latsarmil dapat dialihkan ke pelatihan kepemimpinan dan manajemen risiko.
- Pemerintah perlu mengevaluasi kembali standar rekrutmen KDMP agar lebih menekankan pada keahlian strategis, bukan kemampuan fisik.
Permintaan Tindakan Pemerintah
Budi Santoso mendesak pemerintah untuk segera menghentikan program latsarmil bagi calon manajer KDMP sampai ada kajian mendalam mengenai manfaatnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan yang tidak tepat dapat menimbulkan kerugian nyawa serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.
Selain itu, ekonom tersebut menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi dan pelatihan, serta perlunya mekanisme pengawasan yang ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini juga memicu diskusi luas di kalangan akademisi dan praktisi kebijakan tentang keseimbangan antara kesiapan operasional dan keamanan sumber daya manusia dalam institusi keamanan negara.




