6 Rekor Epik yang Dipecahkan Astronot Artemis II di Perjalanan ke Bulan
6 Rekor Epik yang Dipecahkan Astronot Artemis II di Perjalanan ke Bulan

6 Rekor Epik yang Dipecahkan Astronot Artemis II di Perjalanan ke Bulan

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Empat astronot NASA bersama perwakilan Canadian Space Agency berhasil menutup babak penting dalam sejarah penjelajahan luar angkasa pada 10 April 2026. Setelah 10 hari mengelilingi Bulan, kapsul Orion berinisial Integrity melakukan splashdown di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, dan mengantar kru kembali ke Bumi dengan selamat. Keberhasilan ini tidak hanya menandai kembali manusia ke lingkungan Bulan pertama kali sejak Apollo 17, tetapi juga memunculkan enam rekor penting yang belum pernah tercapai sebelumnya.

1. Jarak Terjauh Manusia dari Bumi

Pada 6 April 2026 kru Artemis II mencapai jarak 406.771 km dari planet asal mereka, melampaui rekor Apollo 13 (400.171 km). Selama misi, total lintasan yang ditempuh mencapai lebih dari 1,1 juta kilometer, menjadikannya perjalanan terpanjang yang pernah dilakukan manusia dalam satu misi.

2. Misi Berawak Pertama Melampaui Orbit Rendah Bumi Sejak 1972

Artemis II menjadi penerbangan berawak pertama NASA yang meninggalkan Low Earth Orbit (LEO) setelah hampir lima dekade. Sebelumnya, program Apollo pada awal 1970-an merupakan satu‑satunya misi yang berhasil menembus batas tersebut. Artemis II membuka jalan bagi program Artemis selanjutnya yang menargetkan pendaratan manusia di permukaan Bulan.

3. Victor Glover: Astronot Kulit Hitam Pertama yang Tinggalkan Orbit Bumi

Komandan misi Victor Glover mencatat sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang melampaui orbit Bumi. Selama penerbangan, ia mengemukakan kebanggaannya menjadi pionir dalam diversifikasi penjelajahan luar angkasa, sekaligus menginspirasi generasi muda di seluruh dunia.

4. Christina Koch: Wanita Pertama yang Tinggalkan Orbit Bumi

Spesialis misi Christina Koch mencetak catatan baru sebagai wanita pertama yang meninggalkan orbit Bumi. Dengan latar belakang sebagai astronaut yang pernah menghabiskan 328 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional, pencapaian ini menegaskan peran penting perempuan dalam program eksplorasi antariksa modern.

5. Jeremy Hansen: Astronot Non‑Amerika Pertama yang Melakukan Penerbangan Jauh

Jeremy Hansen, perwakilan Kanada, menjadi warga non‑Amerika pertama yang melakukan perjalanan melampaui LEO. Keikutsertaannya menandai kolaborasi internasional yang lebih erat dalam program Artemis, serta menegaskan bahwa eksplorasi Bulan bukan lagi eksklusif satu negara.

6. Pengamatan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa

Selama fase flyby sisi jauh Bulan, kru menyaksikan gerhana matahari total selama 54 menit. Pengamatan ini merupakan salah satu gerhana terpanjang yang pernah dilihat manusia dari luar angkasa, memberikan data unik tentang interaksi sinar matahari dengan atmosfer Bumi pada sudut yang sebelumnya tak terjangkau.

Rekor‑rekor ini tidak terlepas dari tantangan teknis yang dihadapi saat masuk kembali ke atmosfer. Kapsul Orion menembus atmosfer dengan kecepatan sekitar 38.367 km/jam dan suhu hingga 2.760 °C, mengandalkan sudut masuk yang lebih curam dan tiga parasut utama berdiameter lebih dari 35 meter untuk memperlambat kecepatan hingga di bawah 32 km/jam sebelum splashdown.

Setelah pendaratan, astronot dievakuasi menggunakan helikopter ke kapal amfibi USS John P. Murtha, kemudian dibawa ke Johnson Space Center, Houston untuk pemeriksaan medis lanjutan. Semua anggota kru melaporkan kondisi stabil, meski mengalami penurunan massa otot dan penyesuaian sensorik akibat kembali ke gravitasi Bumi.

Keberhasilan Artemis II menegaskan kesiapan NASA untuk meluncurkan misi Artemis III yang akan menurunkan manusia di permukaan Bulan, serta menyiapkan landasan bagi eksplorasi lebih jauh ke Mars dalam dekade berikutnya. Dengan enam rekor yang terukir, Artemis II tidak hanya menulis bab baru dalam sejarah ruang angkasa, tetapi juga memperluas horizon ilmiah dan inspirasi bagi generasi mendatang.