Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipimpin oleh Tubagus Solihuddin melaporkan bahwa hampir dua pertiga pantai utara Jawa mengalami proses erosi. Berdasarkan analisis citra satelit dan survei lapangan yang dilakukan selama dua tahun terakhir, 65,8 persen dari total panjang garis Pantura menunjukkan tanda-tanda penurunan muka tanah.
Berbagai faktor berkontribusi pada fenomena ini, antara lain naiknya permukaan laut, intensifikasi gelombang, serta aktivitas manusia seperti penambangan pasir dan pembangunan infrastruktur di pesisir. Dampak erosi tidak hanya mengancam lahan pertanian dan pemukiman, tetapi juga mengurangi habitat alami bagi biota laut serta menurunkan produktivitas perikanan.
Berikut ringkasan temuan utama yang diidentifikasi dalam studi tersebut:
- Rasio erosi tertinggi terdapat di provinsi Jawa Barat (71,2%).
- Provinsi Jawa Tengah mencatat 63,5% garis pantai yang tererosi.
- Provinsi Jawa Timur menunjukkan angka terendah, yaitu 58,9%.
Data tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Provinsi | Persentase Garis Pantura yang Tererosi |
|---|---|
| Jawa Barat | 71,2 % |
| Jawa Tengah | 63,5 % |
| Jawa Timur | 58,9 % |
Peneliti menekankan perlunya langkah mitigasi terpadu, meliputi penanaman kembali mangrove, pembatasan penambangan pasir, serta penerapan kebijakan pengelolaan pesisir yang berbasis ilmiah. Monitoring berkelanjutan dan partisipasi komunitas lokal dianggap krusial untuk mengurangi laju erosi dan melindungi ekosistem pantai.




