75 % TPA di Riau Masih Pakai Open Dumping, Jumhur Desak Percepatan RDF dan Methane Capture
75 % TPA di Riau Masih Pakai Open Dumping, Jumhur Desak Percepatan RDF dan Methane Capture

75 % TPA di Riau Masih Pakai Open Dumping, Jumhur Desak Percepatan RDF dan Methane Capture

Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Provinsi Riau masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, dengan sekitar 75 % Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih menerapkan metode open dumping yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara, air, dan tanah.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menyoroti urgensi perubahan paradigma pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Ia mengusulkan percepatan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan penangkap metana (methane capture) sebagai solusi jangka panjang.

Open dumping memungkinkan sampah terurai secara tidak terkendali, menghasilkan gas metana yang bersifat rumah kaca serta menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, kebocoran limbah cair dapat mencemari sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

Berikut rangkuman langkah strategis yang disampaikan oleh Menteri Jumhur:

  • Mengintegrasikan fasilitas RDF di TPA utama untuk mengubah sampah non‑organik menjadi bahan bakar alternatif.
  • Memasang sistem penangkap metana pada TPA yang sudah ada, sehingga gas berbahaya dapat dimanfaatkan sebagai energi.
  • Mengembangkan regulasi yang mendorong pemisahan sampah di sumber serta peningkatan kapasitas pengolahan.
  • Memberikan insentif bagi perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi pengolahan sampah berkelanjutan.

Berikut perbandingan singkat antara dua teknologi yang diusulkan:

Teknologi Fungsi Manfaat Utama
Refuse Derived Fuel (RDF) Mengolah sampah plastik, kertas, dan bahan non‑organik menjadi pelet bahan bakar. Menurunkan volume sampah di TPA, menyediakan bahan bakar alternatif, mengurangi ketergantungan pada bahan fosil.
Methane Capture Menangkap gas metana yang dihasilkan selama proses dekomposisi organik. Mengurangi emisi gas rumah kaca, menghasilkan energi listrik atau panas, meningkatkan keamanan lingkungan.

Jumhur menekankan bahwa penerapan kedua teknologi tersebut tidak hanya akan memperbaiki kualitas lingkungan di Riau, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri hijau. Ia mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk berkolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.