785 Aparat Gabungan Amankan Aksi Massa Tolak Operasional Freeport
785 Aparat Gabungan Amankan Aksi Massa Tolak Operasional Freeport

785 Aparat Gabungan Amankan Aksi Massa Tolak Operasional Freeport

Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Pada tanggal 7 April 2026, sebanyak 785 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan di Nabire untuk mengamankan aksi massa yang menentang operasional PT Freeport Indonesia (PTFI). Penempatan pasukan ini merupakan respons terhadap meningkatnya ketegangan antara perusahaan tambang dan masyarakat setempat yang menolak keberlangsungan kegiatan penambangan di wilayah tersebut.

Berbagai keluhan yang diutarakan oleh warga meliputi:

  • Dampak lingkungan, khususnya pencemaran air dan kerusakan hutan.
  • Ketidakpuasan atas pembagian keuntungan dan royalti yang dianggap tidak adil.
  • Isu hak atas tanah dan pemukiman tradisional yang terancam.

Berikut adalah rincian personel yang dikerahkan:

Instansi Jumlah Personel
TNI 450
Polri 335

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis mengungkapkan bahwa aksi penolakan ini bersifat damai, namun tetap menuntut dialog yang serius dengan pihak perusahaan. Sementara itu, perwakilan PT Freeport menegaskan komitmen mereka untuk melaksanakan operasi tambang sesuai dengan peraturan perundang‑undangan serta standar lingkungan yang ketat, dan menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan pihak terkait.

Penegakan keamanan yang ketat ini diharapkan dapat menjaga kestabilan situasi, sambil memberi ruang bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan secara konstruktif melalui jalur dialog.