Frankenstein45.Com – 02 April 2026 | Beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tengah kembali mengalami bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor sejak akhir pekan lalu. Hujan lebat yang turun secara terus‑menerus meningkatkan aliran sungai, memicu meluapnya permukaan air dan menggerakkan massa tanah di daerah perbukitan.
- Desa Seuneubok: 820 orang mengungsi, sebagian rumah terendam air setinggi 0,8 meter.
- Gampong Peureulak: 670 orang mengungsi, tanah longsor menutup jalan utama.
- Desa Lhok Seumawe: 540 orang mengungsi, infrastruktur jalan rusak parah.
Korban luka tercatat sebanyak lima orang, dua di antaranya dirawat di RSUD Aceh Tengah. Tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini.
Pemerintah Kabupaten bersama TNI, Polri, serta relawan masyarakat segera mendirikan posko evakuasi di balai desa dan menyalurkan bantuan makanan, air bersih, serta perlengkapan darurat. Tim SAR terus melakukan pencarian di area yang terisolasi, sementara tim teknis memantau ketinggian sungai menggunakan alat pengukur otomatis.
Untuk mencegah dampak lebih lanjut, otoritas setempat mengeluarkan peringatan dini dan menutup akses jalan lintas hulu sungai sampai kondisi aman. Penduduk di wilayah rawan diminta tidak kembali ke rumah sebelum pernyataan aman resmi dikeluarkan.
Ke depan, BPBD berencana memperkuat sistem drainase, melakukan rehabilitasi lereng, serta meningkatkan kapasitas posko darurat di setiap kecamatan. Upaya mitigasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir bandang dan tanah longsor di musim hujan berikutnya.




