Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (5/5/2026) dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat. Keputusan itu diambil bukan karena perselisihan internal, melainkan demi melindungi citra dan keberlangsungan partai dari dampak polemik yang melibatkan video ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Motif Pengunduran Diri
Ade menegaskan bahwa selama menjadi kader ia sering menjadi sasaran kritik karena komentar‑komentar publiknya. Ketika 40 organisasi kemasyarakatan Islam melaporkan dirinya, Grace Natalie, dan kreator konten Permadi Arya ke Bareskrim Polri atas unggahan potongan video JK yang dianggap menimbulkan persepsi keliru, ia menilai bahwa serangan tersebut tidak hanya menimpa dirinya secara pribadi, tetapi juga diarahkan untuk menyerang PSI. “Saya mundur demi kebaikan bersama dan agar PSI tidak terseret dalam kasus ini,” ujarnya.
Pernyataan Penolakan Tuduhan
Ade membantah semua tuduhan provokasi, fitnah, atau penghasutan terkait video JK. Ia menyatakan kesiapan untuk menghadapi proses hukum bila dipanggil polisi, namun menegaskan tidak ada satu pun tindakan yang dapat dibuktikan sebagai pelanggaran. “Jika saya dipanggil, saya akan datang dan menjelaskan bahwa saya tidak pernah melakukan apa‑apa yang dituduhkan,” katanya.
Konten Pribadi, Bukan Sikap Partai
Dalam penjelasannya, Ade menegaskan bahwa seluruh kritik dan analisis yang ia sampaikan lewat kanal media sosial, termasuk Cokro TV, merupakan pandangan pribadi. “PSI bahkan tidak tahu saya membuat video tersebut,” tegasnya. Ia meminta agar pihak manapun yang mengkritik atau menilai tidak melibatkan nama PSI, karena partai tidak bertanggung jawab atas pernyataan individu kader.
Respon PSI Terhadap Pengunduran dan Laporan
Setelah melalui diskusi internal, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyatakan bahwa partai menerima pengunduran diri Ade secara resmi pada malam hari yang sama, pukul 19.00 WIB. PSI menegaskan komitmen terhadap kebebasan berpendapat kadernya, namun menolak memberikan bantuan hukum institusional kepada Grace Natalie yang juga masuk dalam laporan polisi. “Kami tetap memberikan dukungan personal, tetapi secara kelembagaan kami tidak akan mencampuri proses hukum yang bersifat pribadi,” kata Ahmad Ali.
Implikasi Politik dan Reaksi Internal
Pengunduran Ade dianggap sebagai kehilangan signifikan bagi PSI. Ahmad Ali menyebut Ade sebagai “tokoh pemikir” yang kontribusinya penting dalam proses pertumbuhan partai. Di sisi lain, PSI menegaskan bahwa setiap anggota yang terlibat dalam tindakan melanggar hukum harus bertanggung jawab secara pribadi, tanpa pengecualian. Sikap ini mencerminkan upaya partai menjaga netralitas dan menghindari pencampuran antara agenda politik dengan masalah hukum individu.
Secara keseluruhan, kasus video JK menyoroti ketegangan antara kebebasan berekspresi di media sosial dan tanggung jawab politik. Pengunduran Ade Armando menunjukkan langkah preventif PSI untuk memisahkan identitas pribadi kader dari citra partai, sekaligus menegaskan bahwa laporan ormas tidak serta merta menjadi sikap resmi partai. Keputusan ini memberi sinyal kuat bahwa PSI akan tetap menjaga integritasnya, meski harus melepaskan salah satu kader yang paling vokal.







