Frankenstein45.Com – 02 April 2026 | Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2024. Pusat gempa berada di laut lepas sekitar 30 km sebelah timur laut Kota Manado, dengan kedalaman 10 km.
Tak lama setelah goncangan, warga di kawasan pesisir Basaan melaporkan fenomena penurunan muka air laut yang tidak wajar. Pada beberapa titik, permukaan laut turun hingga satu hingga dua meter, menyisakan dasar laut yang biasanya terendam.
“Awalnya kami kira hanya ombak biasa, tapi tiba‑tiba airnya surut sangat cepat, kemudian kembali naik dengan gelombang yang tinggi,” ujar Budi Santoso, seorang nelayan setempat.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami. Meskipun hingga kini belum terdeteksi gelombang tsunami signifikan, otoritas tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi.
Langkah-langkah yang disarankan bagi warga di daerah rawan antara lain:
- Mengamati perubahan muka air laut secara terus‑menerus.
- Jika air laut surut tiba‑tiba, segera bergerak menjauhi pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi.
- Mendengarkan informasi resmi melalui radio, televisi, atau media sosial resmi pemerintah.
- Menyiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air bersih, senter, dan pakaian hangat.
- Mengikuti arahan petugas evakuasi dan tidak kembali ke daerah pantai hingga dinyatakan aman.
Sejumlah desa di sekitar Basaan telah dievakuasi sementara ke posko darurat yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim SAR dan relawan juga dikerahkan untuk membantu proses penanganan.
Fenomena surutnya air laut biasanya menjadi tanda awal terjadinya tsunami, meski tidak selalu berujung pada gelombang besar. Oleh karena itu, pihak berwenang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan edukasi publik mengenai tanda‑tanda alam sebelum tsunami.
Warga diharapkan tetap tenang, mematuhi arahan resmi, dan melaporkan setiap perubahan yang mencurigakan kepada pihak berwenang.




