Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Dr. Roland E. Fanggidae, akademisi Undana Kupang, menilai bahwa Festival Pawai Paskah Pemuda GMIT yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, memberikan dampak positif signifikan terhadap sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Menurutnya, acara ini tidak sekadar menjadi rangkaian hiburan keagamaan, melainkan menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan internasional yang ingin menyaksikan keunikan budaya lokal.
Festival yang melibatkan ribuan peserta, termasuk pemuda, komunitas seni, serta pelaku usaha lokal, menampilkan parade warna-warni dengan kostum tradisional, musik daerah, dan pertunjukan tari yang menonjolkan nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 10 April hingga 12 April 2024, dan menarik kunjungan lebih dari 15.000 wisatawan.
Berikut beberapa poin utama yang diungkapkan Dr. Roland terkait dampak festival:
- Peningkatan kunjungan wisatawan: Data awal menunjukkan lonjakan kunjungan hotel dan homestay di Kupang sebesar 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Penjualan produk UMKM: Pedagang makanan tradisional, kerajinan tangan, dan souvenir melaporkan kenaikan penjualan hingga 40% selama masa festival.
- Penciptaan lapangan kerja sementara: Lebih dari 200 warga lokal terlibat sebagai relawan, penata acara, serta penyedia layanan logistik.
- Peningkatan citra kota: Festival berhasil menempatkan Kupang pada peta destinasi budaya di media sosial, memperluas awareness tentang potensi pariwisata NTT.
Dr. Roland menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, institusi akademik, serta pelaku UMKM untuk memaksimalkan manfaat jangka panjang. Ia mengusulkan agar festival dijadikan agenda tahunan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan, termasuk pelatihan bagi pelaku usaha dalam hal manajemen pemasaran dan standar kebersihan produk.
Selain itu, akademisi menyoroti perlunya pengembangan infrastruktur penunjang, seperti peningkatan akses transportasi, perbaikan fasilitas publik, serta promosi digital yang terintegrasi. Dengan strategi tersebut, diharapkan festival tidak hanya menjadi ajang perayaan tahunan, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Kupang.




