Akademisi Sebut IKN dan Kertajati Cerminan Krisis Budaya Perencanaan
Akademisi Sebut IKN dan Kertajati Cerminan Krisis Budaya Perencanaan

Akademisi Sebut IKN dan Kertajati Cerminan Krisis Budaya Perencanaan

Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Profesor Harun Al Rasyid Lubis, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung, mengkritik dua proyek strategis pemerintah, yaitu Ibu Kota Negara (IKN) baru dan Bandara Kertajati, sebagai contoh nyata krisis budaya perencanaan di Indonesia.

Ia menilai bahwa kedua proyek tersebut dibangun tanpa pendekatan perencanaan yang terintegrasi dan realistis. Menurutnya, perencanaan yang terkesan “optimistis berlebihan” mengabaikan analisis kebutuhan jangka panjang, kondisi geografis, serta kapasitas finansial negara.

  • IKN: Lokasi baru dipilih tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan, biaya relokasi, dan dampak sosial‑ekonomi yang belum terukur.
  • Kertajati: Bandara direncanakan sebagai hub internasional, namun lalu lintas penumpang belum menunjukkan pertumbuhan yang mendukung skala proyek.

Prof. Lubis menambahkan bahwa budaya perencanaan yang terburu‑burui cenderung menghasilkan proyek “megah” di atas kertas, namun berisiko menjadi beban fiskal ketika realisasinya tidak sejalan dengan prediksi. Ia menekankan pentingnya evaluasi kritis, studi kelayakan independen, serta partisipasi publik dalam setiap tahap perencanaan.

Selain itu, akademisi tersebut menyarankan agar pemerintah mengadopsi prinsip perencanaan berkelanjutan yang menekankan efisiensi sumber daya, transparansi anggaran, dan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Tanpa perubahan budaya ini, proyek‑proyek besar dapat berujung pada pemborosan dan menurunkan kepercayaan publik.