Akademisi Usulkan Transformasi Kultur di Internal Polri
Akademisi Usulkan Transformasi Kultur di Internal Polri

Akademisi Usulkan Transformasi Kultur di Internal Polri

Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Associate Professor Firdaus Syam dari Universitas Nasional (Unas) menyampaikan usulan penting terkait perubahan budaya organisasi di dalam kepolisian negara. Dalam sebuah pertemuan dengan beberapa pihak terkait, ia menyoroti bahwa budaya kerja yang masih bersifat hierarkis dan birokratis menghambat efektivitas penegakan hukum.

Firdaus menekankan perlunya pergeseran nilai-nilai internal Polri menuju orientasi layanan publik, transparansi, serta akuntabilitas. Ia mengusulkan tiga tahapan utama: pertama, audit budaya yang melibatkan survei persepsi anggota polisi; kedua, pelatihan intensif tentang etika layanan dan kepemimpinan kolaboratif; ketiga, penerapan sistem penghargaan bagi unit yang menunjukkan perubahan positif.

  • Audit budaya: Mengumpulkan data melalui kuesioner anonim untuk mengidentifikasi pola perilaku yang mengakar.
  • Pelatihan intensif: Menyelenggarakan workshop tentang hak asasi manusia, komunikasi efektif, dan manajemen konflik.
  • Penghargaan kinerja: Memberikan insentif berupa sertifikat atau bonus kepada tim yang berhasil meningkatkan kepuasan masyarakat.

Usulan tersebut mendapat tanggapan beragam dari kalangan internal kepolisian. Sebagian menilai langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan publik, sementara yang lain khawatir perubahan budaya akan memerlukan waktu lama dan sumber daya yang signifikan.

Jika diterapkan, transformasi kultur di Polri diharapkan tidak hanya memperbaiki citra institusi, tetapi juga memperkuat efektivitas operasional dalam menghadapi tantangan keamanan modern.