Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Seorang jurnalis Inews yang menjadi saksi mata atas aksi militer Israel melaporkan pengalaman mengerikan ketika ia dan rekan-rekan aktivis flotilla dipaksa berbaring di bawah terik matahari selama dua hingga lima jam setelah diculik. Kejadian ini terjadi dalam rangka operasi penangkapan kapal-kapal aktivis yang berusaha menembus blokade laut Israel menuju Gaza.
Selama proses penahanan, para aktivis melaporkan adanya penggunaan bahasa yang keras dan ancaman fisik. Beberapa di antara mereka mengalami penangkapan paksa, penyiksaan verbal, dan intimidasi. Jurnalis Inews menambahkan bahwa kondisi fisik mereka semakin memburuk ketika upaya bantuan medis ditolak oleh pasukan keamanan.
Berikut adalah rangkuman kronologis peristiwa yang dilaporkan:
- Penangkapan kapal flotilla oleh angkatan laut Israel di wilayah internasional.
- Pengangkutan aktivis dan awak kapal ke area terbuka yang tidak memiliki fasilitas peneduh.
- Penempatan korban dalam posisi berbaring telentang selama 2-5 jam di bawah sinar matahari langsung.
- Kekurangan air minum dan perlindungan selama masa penahanan.
- Penahanan lebih lanjut di fasilitas militer sebelum dibebaskan atau dipindahkan.
Reaksi internasional pun muncul setelah laporan tersebut dipublikasikan. Organisasi hak asasi manusia mengutuk tindakan yang dianggap melanggar Konvensi Jenewa, khususnya mengenai perlakuan terhadap tahanan dan perlindungan terhadap penyiksaan. Mereka menuntut penyelidikan independen serta pertanggungjawaban bagi pihak militer yang terlibat.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas perlakuan terhadap jurnalis Indonesia di luar negeri dan menegaskan pentingnya kebebasan pers serta perlindungan hak asasi manusia. Kedutaan besar Indonesia di Tel Aviv dijadwalkan akan mengirimkan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Kasus ini menambah panjang daftar tuduhan terhadap operasi militer Israel dalam menegakkan blokade laut, serta menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para aktivis dan wartawan yang mencoba mengungkap realitas di zona konflik.




