Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Tajur, mengungkapkan bahwa Indonesia pernah berada di ambang krisis pasokan gas cair (LPG) pada masa konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pada saat itu, ketegangan geopolitik memperlambat impor LPG dan menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar rumah tangga di seluruh negeri.
Saat ini, Bahlil menegaskan bahwa stok LPG nasional telah berada pada level yang aman. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BP HMG) melaporkan bahwa cadangan LPG mencukupi kebutuhan bulanan selama lebih dari enam bulan, jauh di atas ambang batas kritis.
- Peningkatan cadangan strategis sebesar 30 % sejak 2022.
- Kerjasama dengan pemasok dari Timur Tengah, Asia, dan Afrika untuk diversifikasi sumber.
- Optimalisasi logistik melalui pelabuhan baru dan jalur darat.
Dengan kondisi tersebut, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia telah melewati masa krisis dan kini dapat fokus pada upaya menurunkan harga LPG bagi konsumen serta memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi geopolitik yang dinamis tetap harus dipantau secara ketat, namun langkah-langkah proaktif yang diambil pemerintah diyakini dapat mencegah terulangnya kembali krisis serupa di masa mendatang.




