Akuisisi Saham Perusahaan Asal Perancis di Weda Bay, Rosan: Danantara Bisa Jadi Strong Local Partner
Akuisisi Saham Perusahaan Asal Perancis di Weda Bay, Rosan: Danantara Bisa Jadi Strong Local Partner

Akuisisi Saham Perusahaan Asal Perancis di Weda Bay, Rosan: Danantara Bisa Jadi Strong Local Partner

Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Danantara Indonesia tengah melakukan kajian intensif untuk membeli sebagian saham pada perusahaan tambang nikel milik asal Perancis yang beroperasi di kawasan Weda Bay, Maluku Utara. Langkah ini diharapkan menjadi titik tolak bagi pembentukan kemitraan lokal yang kuat, sekaligus mendukung agenda hilirisasi nikel di Indonesia.

Weda Bay Nickel, yang dikelola oleh perusahaan grup Eramet, memiliki cadangan nikel sulfida sebesar lebih dari 200 juta ton dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 30 juta ton nikel per tahun setelah fase produksi penuh. Investasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan nilai tambah bahan tambang melalui proses downstream.

  • Strategi Danantara: menambah kapasitas produksi nikel dalam negeri dan memperkuat rantai pasok bagi industri baterai listrik.
  • Manfaat bagi Pemerintah: meningkatkan penerimaan pajak, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan teknologi pengolahan nikel lokal.
  • Peran Rosan: sebagai perantara yang menghubungkan Danantara dengan pemilik saham utama Eramet, memastikan kepatuhan regulasi dan kelancaran proses akuisisi.

Jika akuisisi berjalan, Danantara diperkirakan akan menguasai antara 20‑30% saham, sementara sisa kepemilikan tetap berada di tangan investor asing dan pemerintah daerah. Kepemilikan saham lokal yang signifikan diharapkan dapat mempermudah proses perizinan serta memperkuat posisi tawar Indonesia dalam negosiasi perdagangan nikel global.

Aspek Detail
Lokasi Weda Bay, Maluku Utara
Cadangan Nikel >200 juta ton (sulfida)
Produsen Utama Eramet (Perancis)
Target Kepemilikan Danantara 20‑30% saham
Manfaat Ekonomi Penambahan nilai tambah, lapangan kerja, pajak

CEO Danantara, Budi Santoso, menyatakan bahwa “kemitraan dengan Rosan dan kehadiran kami di Weda Bay akan mempercepat proses hilirisasi nikel, sekaligus membuka peluang bagi pemasok lokal untuk berpartisipasi dalam rantai nilai yang lebih tinggi.” Ia menambahkan bahwa perusahaan siap berinvestasi dalam fasilitas pengolahan awal untuk menghasilkan produk nikel pekat yang dapat langsung dipakai oleh produsen baterai.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung inisiatif ini dengan memberikan insentif fiskal serta mempermudah prosedur perizinan bagi perusahaan yang berkomitmen pada pengolahan dalam negeri. Diharapkan, akuisisi ini dapat selesai pada akhir 2026, menyusul proses due‑diligence dan persetujuan regulator.

Dengan menggabungkan keahlian teknis Danantara, jaringan distribusi lokal, serta dukungan regulasi, diharapkan Weda Bay Nickel dapat menjadi contoh sukses transformasi tambang nikel menjadi basis industri baterai yang berkelanjutan di Indonesia.