Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Seorang pengguna media sosial mengungkapkan pengalaman pribadi sebagai peserta Latihan Militer (Latsarmil) yang sedang berlangsung di Indonesia. Dalam unggahannya, ia menyoroti tiga masalah utama yang ia rasakan selama pelatihan: jam tidur yang sangat terbatas, durasi latihan Pengamanan Barang Benda (PBB) yang panjang, serta keterbatasan pasokan air minum.
- Jam tidur: 3 jam per malam.
- Latihan PBB: 6 jam per hari.
- Kekurangan air minum: Pasokan terbatas, menimbulkan rasa haus.
Latihan Militer merupakan program wajib bagi pelajar dan mahasiswa di sejumlah daerah, yang bertujuan meningkatkan kedisiplinan, kebugaran jasmani, dan pemahaman tentang pertahanan negara. Jadwal standar biasanya mencakup latihan fisik, pendidikan bela negara, serta simulasi situasi darurat. Namun, dalam beberapa kasus, intensitas latihan dapat melebihi batas yang dianggap wajar, terutama bila faktor logistik seperti penyediaan makanan dan minuman tidak memadai.
| Kegiatan | Durasi (jam) |
|---|---|
| Istirahat/Tidur | 3 |
| Latihan PBB | 6 |
| Kegiatan Lain (teori, upacara) | ~5 |
Reaksi dari publik di media sosial beragam. Sebagian netizen menyatakan kepedulian dan menuntut pihak penyelenggara untuk memperbaiki kondisi, sementara yang lain berpendapat bahwa program ini memang menuntut ketangguhan fisik dan mental peserta.
Pihak penyelenggara Latsarmil belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut. Namun, standar kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan menyarankan minimal 7‑8 jam tidur bagi orang dewasa dan akses air minum yang cukup selama aktivitas fisik intensif.
Jika keluhan ini tidak ditanggapi, risiko kesehatan seperti kelelahan, dehidrasi, hingga penurunan konsentrasi dapat meningkat, berpotensi memengaruhi kualitas pelatihan dan keselamatan peserta. Oleh karena itu, penting bagi penyelenggara untuk meninjau kembali jadwal, memastikan ketersediaan air bersih, serta menyediakan waktu istirahat yang memadai.
Pengalaman curhat ini menjadi pengingat bahwa kebijakan pelatihan militer harus menyeimbangkan antara tujuan pembentukan karakter dan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan peserta.







