Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) Britania Raya menargetkan penambahan minimal enam kapal perang hibrida yang dirancang khusus untuk mengoperasikan pesawat tak berawak (UAV). Program ini merupakan bagian dari upaya modernisasi armada laut Inggris guna meningkatkan kemampuan pengintaian, pemantauan, dan serangan presisi dalam operasi maritim.
Kapal-kapal baru tersebut akan menggabungkan teknologi propulsi konvensional dengan sistem energi listrik, sehingga menghasilkan jejak termal yang lebih rendah serta konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Integrasi sistem hibrida memungkinkan kapal beroperasi dalam mode diam (silent mode) untuk mendukung misi pengawasan rahasia.
Fitur utama yang diharapkan meliputi:
- Peluncuran dan pemulihan UAV berukuran sedang hingga besar secara otomatis.
- Platform sensor canggih, termasuk radar AESA, sonar pasif, dan sistem komunikasi satelit berkecepatan tinggi.
- Ruang operasi modular yang dapat disesuaikan untuk misi anti‑kekejaman, bantuan kemanusiaan, atau operasi khusus lainnya.
- Sistem pertahanan diri dengan meriam otomatis, sistem anti‑pesawat, dan kemampuan menembak rudal balistik laut.
Proyek ini diperkirakan selesai pada awal dekade berikutnya, dengan tahap pertama pembangunan dimulai pada tahun 2027. Anggaran yang dialokasikan mencapai miliaran poundsterling, mencakup riset, pengembangan, serta pembuatan prototipe pertama.
Dengan menambahkan enam unit kapal hibrida berkapabilitas UAV, Royal Navy berharap dapat memperluas jangkauan operasionalnya di wilayah Atlantik Utara, Laut Mediterania, serta zona strategis lain di Asia‑Pasifik. Kapal-kapal ini akan memperkuat kemampuan intelijen maritim Inggris, sekaligus memberikan respons cepat terhadap ancaman modern seperti kapal selam kelas militer asing atau aktivitas ilegal di perairan internasional.




