Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menargetkan pertumbuhan tahunan industri logistik nasional antara 10 hingga 15 persen, dengan sasaran utama mencapai tingkat pertumbuhan 15 persen pada tahun 2026. Upaya ini didorong oleh percepatan digitalisasi, peningkatan volume e‑commerce, serta dukungan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi.
Beberapa faktor kunci yang menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut antara lain:
- Lonjakan transaksi e‑commerce yang menuntut layanan pengiriman cepat dan handal.
- Pengembangan jaringan jalan, pelabuhan, dan bandara yang memperlancar arus barang.
- Adopsi teknologi seperti sistem manajemen rantai pasok (SCM) berbasis cloud dan otomatisasi gudang.
- Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan khusus logistik.
Untuk mencapai target tersebut, ALFI merencanakan serangkaian inisiatif strategis:
- Kolaborasi dengan pemerintah dalam penyusunan regulasi yang mempermudah proses impor‑ekspor.
- Penguatan ekosistem digital logistik melalui platform bersama yang mengintegrasikan pelaku usaha kecil dan menengah.
- Peningkatan investasi pada infrastruktur penyimpanan dan distribusi di wilayah strategis.
- Penyediaan program sertifikasi kompetensi bagi driver dan operator gudang.
Berikut perkiraan target pertumbuhan tahunan yang direncanakan ALFI hingga 2026:
| Tahun | Target Pertumbuhan (%) |
|---|---|
| 2023 | 10‑12 |
| 2024 | 11‑13 |
| 2025 | 13‑14 |
| 2026 | 15 |
Dengan komitmen bersama antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri, ALFI berharap Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai hub logistik regional, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan efisiensi biaya bagi seluruh rantai pasok.




