Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, secara tegas menolak temuan riset yang dilakukan oleh mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Roy Suryo, terkait penggunaan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada ijazah S1‑nya. Menurut Andi Azwan, pendekatan yang dipakai Roy Suryo tidak relevan dengan standar penelitian modern dan terkesan ketinggalan zaman.
Roy Suryo mengemukakan bahwa foto yang tertera pada ijazah S1 Jokowi tampak berbeda dengan foto resmi yang biasa dipublikasikan, lalu menyimpulkan bahwa ada kemungkinan manipulasi atau penggunaan gambar yang tidak resmi. Penelitian tersebut menjadi sorotan publik setelah dipublikasikan melalui media online pada awal bulan ini.
Menanggapi hal tersebut, Andi Azwan menegaskan bahwa:
- Metode analisis visual yang dipakai tidak melibatkan verifikasi digital atau forensik gambar yang memadai.
- Data sampel yang digunakan terlalu terbatas, sehingga tidak dapat menghasilkan kesimpulan yang akurat.
- Penelitian tidak mempertimbangkan konteks resmi dari institusi pendidikan yang mengeluarkan ijazah.
Ia juga menambahkan bahwa foto pada ijazah merupakan hasil scan resmi yang telah diverifikasi oleh pihak kampus, sehingga tidak ada ruang bagi manipulasi yang signifikan.
Berikut rangkuman pernyataan Andi Azwan:
| Pernyataan | Penjelasan |
|---|---|
| Metode riset tidak ilmiah | Roy Suryo mengandalkan perbandingan visual sederhana tanpa dukungan perangkat lunak forensik. |
| Data tidak representatif | Hanya satu foto yang dianalisis, tidak mencakup variasi resmi dari institusi pendidikan. |
| Foto ijazah bersifat sah | Dokumen tersebut telah melewati proses verifikasi kampus, termasuk tanda tangan dan cap resmi. |
Andi Azwan menutup pernyataannya dengan mengajak publik untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum didukung bukti ilmiah, serta menekankan pentingnya menjaga integritas informasi dalam era digital.







