Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50% Konten AI di V+Short, Siap Ubah Industri Hiburan Digital
Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50% Konten AI di V+Short, Siap Ubah Industri Hiburan Digital

Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50% Konten AI di V+Short, Siap Ubah Industri Hiburan Digital

Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Direktur Utama dan CEO Media Siber Internasional (MSIN), Angela Tanoesoedibjo, mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan proporsi konten berbasis kecerdasan buatan (AI) pada platform V+Short menjadi setengah dari total produksi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menanggapi pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih menyukai format video pendek dan interaktif.

V+Short, sebagai produk unggulan MNC Vision, berfokus pada penyediaan video singkat yang dapat diakses lewat perangkat seluler. Dengan menambahkan AI ke dalam alur produksi, perusahaan berharap dapat mempercepat proses kreatif, menurunkan biaya, serta menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi penonton.

  • Peningkatan Efisiensi: Algoritma AI dapat mengotomatisasi editing, penambahan efek visual, serta subtitle secara real‑time, mengurangi waktu produksi dari jam menjadi menit.
  • Personalisasi Konten: Sistem rekomendasi berbasis pembelajaran mesin akan menyesuaikan alur cerita dan tema video sesuai dengan preferensi masing‑masing pengguna.
  • Skalabilitas: Dengan AI, V+Short dapat memproduksi ribuan video dalam skala besar tanpa mengorbankan kualitas.

Target 50 persen konten AI dijadwalkan tercapai pada akhir 2026. Untuk mencapainya, MSIN telah membentuk tim khusus yang menggabungkan ahli data, kreator konten, serta pakar produksi media. Tim ini bertugas mengembangkan modul AI yang mencakup generasi naskah, animasi, hingga musik latar yang dapat dipilih secara otomatis.

Pengaruh langkah ini terhadap ekosistem kreator juga menjadi fokus utama. Angela menekankan bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang memungkinkan kreator mengalokasikan lebih banyak waktu untuk ideasi dan storytelling. Selain itu, platform akan menyediakan pelatihan gratis bagi pembuat konten yang ingin menguasai teknologi baru ini.

Namun, penerapan AI dalam hiburan digital tidak lepas dari tantangan. Isu etika, hak cipta, dan kualitas output masih menjadi perhatian. Oleh karena itu, V+Short berkomitmen untuk menerapkan standar verifikasi konten serta sistem audit internal guna memastikan bahwa hasil yang dipublikasikan tetap mematuhi regulasi dan nilai estetika yang diharapkan penonton.

Jika berhasil, strategi AI ini dapat menjadi contoh bagi industri hiburan digital di Asia Tenggara, mempercepat adopsi teknologi canggih dan membuka peluang monetisasi baru melalui iklan bersifat dinamis serta penawaran produk yang disesuaikan dengan perilaku konsumen.