Anggota DPR: Perkuat kewaspadaan akan hantavirus dengan sistem terpadu
Anggota DPR: Perkuat kewaspadaan akan hantavirus dengan sistem terpadu

Anggota DPR: Perkuat kewaspadaan akan hantavirus dengan sistem terpadu

Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan dini terhadap hantavirus di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, ia mengingatkan bahwa virus ini dapat menyebabkan penyakit berat seperti demam berdarah hantavirus (HFRS) dan sindrom pernapasan akut (HPS), yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan aktivitas pertanian intensif.

Edy menekankan bahwa upaya pencegahan harus melibatkan sistem pemantauan yang terintegrasi, mencakup koordinasi antara Kementerian Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana, lembaga surveilans penyakit, serta pihak berwenang daerah. Menurutnya, data mengenai kasus hantavirus harus dikumpulkan secara real‑time, dianalisis, dan disebarluaskan kepada petugas kesehatan lapangan agar dapat dilakukan intervensi cepat.

Beberapa langkah konkret yang diusulkan antara lain:

  • Pembentukan pusat data nasional yang mengumpulkan informasi epidemiologi hantavirus dari seluruh provinsi.
  • Peningkatan kapasitas laboratorium regional untuk melakukan diagnosa cepat menggunakan teknik PCR dan serologi.
  • Pelatihan reguler bagi tenaga medis, petugas kesehatan masyarakat, dan petugas kehutanan mengenai cara mengidentifikasi dan menangani kasus serta cara mencegah penularan dari hewan pengerat.
  • Penerapan program edukasi publik yang menargetkan kelompok risiko tinggi, seperti petani, pekerja gudang, dan penduduk di daerah perbatasan.
  • Pengawasan ketat terhadap sanitasi lingkungan, termasuk pengendalian populasi tikus dan pembersihan area penyimpanan makanan.

Edy juga mengajak pemerintah untuk meninjau kembali regulasi yang mengatur pelaporan kasus hantavirus, memastikan bahwa setiap kasus yang terkonfirmasi wajib dilaporkan dalam waktu 24 jam. Selain itu, ia mengusulkan alokasi anggaran khusus untuk riset dan pengembangan vaksin serta terapi yang efektif melawan hantavirus.

Dengan mengimplementasikan sistem terpadu tersebut, diharapkan Indonesia dapat mendeteksi potensi wabah lebih awal, meminimalisir penyebaran, dan melindungi masyarakat dari dampak kesehatan yang serius.