Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Firnando Ganinduto, anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, menegaskan pentingnya persiapan pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Ia mengingatkan bahwa perubahan tarif BBM tidak hanya berpengaruh pada sektor transportasi, tetapi juga menimbulkan efek berantai pada harga barang, biaya produksi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Ganinduto menyoroti beberapa risiko utama yang perlu diantisipasi, antara lain:
- Kenaikan tarif BBM dapat meningkatkan biaya operasional transportasi umum, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan tarif tiket atau ongkos angkut barang.
- Industri manufaktur dan pertanian yang sangat bergantung pada bahan bakar akan menghadapi tekanan biaya, berpotensi menurunkan daya saing produk dalam negeri.
- Kelompok rumah tangga berpenghasilan rendah akan merasakan beban tambahan pada anggaran rumah tangga, terutama bagi yang mengandalkan kendaraan pribadi atau motor.
Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, Ganinduto mengusulkan beberapa langkah kebijakan, antara lain:
- Penerapan subsidi atau bantuan langsung tunai bagi sektor transportasi publik dan kelompok rentan.
- Peningkatan efisiensi bahan bakar melalui program insentif bagi kendaraan ramah lingkungan.
- Penguatan mekanisme monitoring harga BBM di seluruh wilayah untuk mencegah praktik spekulasi.
- Kolaborasi dengan kementerian terkait dalam menyusun paket kebijakan komprehensif yang mencakup transportasi, energi, dan kesejahteraan sosial.
Ganinduto menekankan bahwa antisipasi yang tepat tidak hanya akan mengurangi tekanan ekonomi, tetapi juga menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan harga energi. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bekerja sama dalam menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang proaktif.




