Antisipasi Minyak Tumpah, Otoritas Pelabuhan Bangka Belitung Pasang "Oil Boom"
Antisipasi Minyak Tumpah, Otoritas Pelabuhan Bangka Belitung Pasang "Oil Boom"

Antisipasi Minyak Tumpah, Otoritas Pelabuhan Bangka Belitung Pasang “Oil Boom”

Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Menanggapi risiko tumpahan minyak di perairan sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), otoritas pelabuhan telah menginstal sistem penghalang minyak atau “oil boom” pada area kritis pelabuhan. Langkah ini diambil setelah evaluasi teknis menunjukkan potensi bahaya lingkungan dari aktivitas bongkar muat bahan bakar dan produk minyak.

Oil boom merupakan tali pelampung berlapis bahan penahan minyak yang dapat mengumpulkan dan menahan tumpahan cairan di permukaan laut, memudahkan tim penyelamat untuk melakukan penanganan lebih cepat. Instalasi di pelabuhan Babel mencakup tiga zona utama:

  • Zona muat kapal tanker minyak.
  • Area penyimpanan tangki penampungan cairan.
  • Jalur masuk dan keluar kapal kargo non‑petikemas yang berdekatan dengan area sensitif.

Setiap zona dipasang oil boom dengan panjang total sekitar 1.200 meter, terhubung ke sistem pemantauan visual dan sensor deteksi kebocoran. Tim teknis dari PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam bekerja sama dengan Badan Pengawas Lingkungan (BPL) setempat untuk memastikan standar keselamatan internasional terpenuhi.

Prosedur penanggulangan tumpahan minyak yang baru meliputi:

  1. Deteksi dini melalui sensor dan patroli visual.
  2. Aktivasi alarm dan pemberitahuan ke pusat komando.
  3. Pengerahan tim tanggap darurat dengan peralatan penyerap dan pompa vakum.
  4. Penggunaan oil boom untuk menahan penyebaran minyak.
  5. Pengangkutan minyak yang terkumpul ke fasilitas pengolahan atau pembuangan khusus.

Implementasi oil boom diharapkan dapat mengurangi potensi kerusakan ekosistem laut, melindungi perikanan lokal, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap keamanan operasional pelabuhan. Otoritas pelabuhan menegaskan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur mitigasi risiko lingkungan, termasuk pelatihan rutin bagi personel dan evaluasi berkala terhadap efektivitas sistem.