Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Pada awal minggu ini, antrean kendaraan yang mengarah ke penyeberangan ferry Ketapang‑Gilimanuk sempat memuncak, menimbulkan kemacetan dan keterlambatan bagi para penumpang serta pengemudi. Menurut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, lonjakan kendaraan disebabkan tingginya permintaan lintas selat serta keterbatasan jumlah kapal yang beroperasi pada jam sibuk.
Setelah melakukan evaluasi intensif, pihak ASDP menerapkan serangkaian langkah penanggulangan yang berhasil menurunkan panjang antrean secara signifikan. Berikut ini beberapa langkah utama yang diambil:
- Penambahan jadwal keberangkatan kapal selama jam puncak, dengan menambah tiga layanan tambahan setiap harinya.
- Penerapan sistem antrean berbasis aplikasi untuk mengatur prioritas dan mengurangi waktu tunggu di pelabuhan.
- Penggunaan kapal cadangan yang sebelumnya disimpan untuk keadaan darurat, sehingga kapasitas penumpang meningkat hingga 30%.
- Koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur arus lalu lintas di jalan masuk pelabuhan.
Hasilnya, antrean kendaraan berkurang dari sekitar 400 unit menjadi kurang dari 50 unit dalam waktu dua hari, dan rata‑rata waktu tunggu turun dari enam jam menjadi sekitar satu jam. Direktur Cabang Ketapang, Budi Santoso, menyatakan, “Langkah‑langkah ini menunjukkan komitmen kami untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan nyaman bagi masyarakat. Kami akan terus memantau situasi dan menyesuaikan jadwal operasional bila diperlukan.”
Dengan perbaikan ini, diharapkan arus transportasi lintas selat antara Jawa dan Bali kembali lancar, mendukung mobilitas penduduk serta sektor pariwisata yang sangat bergantung pada rute ferry tersebut.




