APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan lewat Kolaborasi Kampus‑Industri dan Pemberdayaan Masyarakat
APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan lewat Kolaborasi Kampus‑Industri dan Pemberdayaan Masyarakat

APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan lewat Kolaborasi Kampus‑Industri dan Pemberdayaan Masyarakat

Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | Asosiasi Perusahaan Hutan Indonesia (APHI) kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi hutan nasional dengan meluncurkan serangkaian langkah strategis yang menekankan kolaborasi lintas sektor serta pemberdayaan masyarakat. Inisiatif terbaru ini mengusung agenda penguatan komitmen jaga kelestarian hutan, sekaligus menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan.

Kolaborasi Kampus‑Industri Sebagai Kunci Mitigasi Karhutla

APHI menggandeng institusi akademik terkemuka, termasuk Universitas Negeri Malang (UM), untuk memperkuat riset dan pengembangan teknologi mitigasi karhutla. Meskipun satu sumber menyebutkan kendala akses data, informasi yang tersedia menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Kerjasama ini mencakup:

  • Pengembangan model prediksi kebakaran hutan berbasis data satelit dan sensor lapangan.
  • Penyusunan kurikulum khusus untuk mahasiswa teknik lingkungan dan kehutanan yang berfokus pada manajemen risiko kebakaran.
  • Pelatihan praktis bagi tenaga kerja perusahaan hutan dalam penerapan teknik pemadaman awal dan pencegahan.

Hasilnya diharapkan dapat menurunkan frekuensi kejadian karhutla, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah rawan kebakaran.

Program POMI di Situbondo: Model Pemberdayaan Masyarakat

Di sisi lain, PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) memperlihatkan contoh konkret bagaimana program corporate social responsibility (CSR) dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat. Pada Sabtu, 18 April 2026, PT POMI menggelar kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di Desa Selobanteng, Situbondo, Jawa Timur, dengan tema “Melindungi Mata Air, Menjaga Keanekaragaman Hayati”.

Kerjasama antara PT POMI dan Universitas Negeri Malang menghasilkan program “Permata Hati” yang telah berjalan sejak 2009. Program ini mencakup:

  • Monitoring tahunan kondisi hutan rakyat bersama tim akademisi.
  • Pelatihan pengelolaan sumber daya air dan konservasi keanekaragaman hayati bagi warga desa.
  • Pemberian dukungan teknis untuk penanaman kembali dan rehabilitasi area terdegradasi.

Menurut Rochman Hidayat, Head of Human Capital, Facility and Community PT POMI, program ini tidak sekadar bersifat temporer, melainkan dirancang sebagai upaya jangka panjang untuk menciptakan kemandirian desa dalam mengelola sumber daya alam.

Data Keanekaragaman Hayati di Selobanteng

Prof. Fatchur Rohman, akademisi UM yang telah memantau hutan rakyat Selobanteng selama satu dekade, mencatat keberagaman tumbuhan yang tinggi. Selama periode 2015‑2025, tercatat sebanyak 66 jenis tumbuhan dengan indeks keragaman yang menunjukkan penyebaran yang merata. Fakta ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi yang konsisten dapat menghasilkan ekosistem yang stabil dan produktif.

Prof. Rohman menekankan pentingnya peran kepala desa dan partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Alam diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, oleh karena itu manusia harus menjaga tatanan alam,” ujarnya.

Peran APHI dalam Memperkuat Jejaring Nasional

APHI berencana memperluas jaringan kolaboratifnya dengan mengintegrasikan program-program serupa di wilayah lain. Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:

  1. Fasilitasi forum tahunan antara perusahaan hutan, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintahan untuk pertukaran best practice.
  2. Pengembangan standar operasional prosedur (SOP) bersama untuk monitoring hutan rakyat dan pencegahan kebakaran.
  3. Penyediaan dana hibah bagi komunitas lokal yang berkomitmen pada proyek rehabilitasi hutan.

Dengan pendekatan holistik ini, APHI berharap dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap hutan, sekaligus menurunkan tekanan ekonomi yang sering menjadi pemicu pembalakan liar dan kebakaran.

Kesimpulan

Penguatan komitmen jaga kelestarian hutan yang digerakkan oleh APHI, didukung oleh kolaborasi kampus‑industri dan program pemberdayaan masyarakat seperti yang diimplementasikan PT POMI di Situbondo, menjadi contoh nyata sinergi multi‑pemangku kepentingan. Upaya terkoordinasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis dalam mitigasi karhutla, tetapi juga menumbuhkan kemandirian komunitas dalam mengelola hutan rakyat secara berkelanjutan. Jika momentum ini terus dipertahankan, harapan besar terbuka untuk menurunkan laju deforestasi, melindungi keanekaragaman hayati, dan menjamin keamanan sumber daya air bagi generasi mendatang.