Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa kebijakan ekonomi dan stimulus yang tepat harus berfokus pada keseimbangan antara penawaran dan permintaan (supply-demand) untuk menghadapi tantangan kondisi global yang terus berubah. Menurut Ketua Umum Apindo, kebijakan yang tidak selaras dengan dinamika pasar dapat memperparah tekanan inflasi, menghambat investasi, dan menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada akhir pekan lalu, perwakilan Apindo menyoroti beberapa faktor utama yang memengaruhi kondisi ekonomi global, antara lain ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, serta gangguan rantai pasokan yang masih terasa setelah pandemi COVID-19. “Kita harus memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam menyesuaikan diri dengan realitas supply-demand di lapangan,” ujar Ketua Apindo.
Apindo mengusulkan tiga langkah kebijakan utama:
- Penyesuaian Stimulus Fiskal: Mengarahkan bantuan pemerintah ke sektor-sektor yang mengalami kekurangan pasokan, seperti energi terbarukan, logistik, dan teknologi digital, sekaligus mengurangi subsidi yang tidak produktif.
- Peningkatan Investasi Infrastruktur: Mempercepat pembangunan jaringan transportasi dan pelabuhan untuk mengurangi biaya logistik serta memperlancar aliran barang, sehingga penawaran dapat memenuhi permintaan domestik dan ekspor.
- Penguatan Kebijakan Moneter yang Fleksibel: Menjaga stabilitas nilai tukar dan suku bunga yang dapat menyesuaikan diri dengan tekanan inflasi, tanpa menghambat akses kredit bagi usaha kecil dan menengah.
Selain itu, Apindo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi keuangan dalam mengidentifikasi sektor yang paling membutuhkan dukungan. “Kebijakan yang tersegmentasi akan mengakibatkan alokasi sumber daya yang tidak optimal,” kata perwakilan Apindo. “Kita memerlukan data real-time untuk menilai keseimbangan supply-demand secara akurat,” tambahnya.
Dengan mengadopsi pendekatan berbasis supply-demand, Apindo berharap Indonesia dapat meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya produksi, dan pada gilirannya, menstabilkan harga barang kebutuhan pokok. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global, terutama di era digital dan ekonomi hijau.




