Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Yogyakarta – Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) baru‑baru ini menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tujuan memperkuat posisi industri jasaboga sebagai mitra strategis utama dalam pembangunan ekonomi negara.
Pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin asosiasi, pelaku usaha, serta perwakilan pemerintah menegaskan kontribusi sektor jasaboga, bersama makanan dan minuman, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mendekati 10 persen. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya rantai nilai tekstil dalam menciptakan lapangan kerja dan pendapatan ekspor.
Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi:
- Peningkatan daya saing melalui adopsi teknologi digital dan otomasi produksi.
- Penguatan standar kualitas dan sertifikasi halal untuk memperluas akses pasar internasional.
- Strategi keberlanjutan, termasuk penggunaan bahan ramah lingkungan dan pengelolaan limbah industri.
- Pembinaan sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi dan kerja sama dengan institusi pendidikan.
- Kolaborasi dengan pemerintah dalam pembuatan regulasi yang mendukung investasi dan ekspor.
APJI menargetkan pertumbuhan ekspor jasaboga sebesar 15‑20 persen dalam tiga tahun ke depan, dengan fokus pada pasar Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Eropa. Untuk mencapainya, asosiasi berencana memperluas jaringan pemasaran digital, mengoptimalkan platform e‑commerce, serta mengadakan pameran produk di luar negeri.
Selain itu, Rakernas menegaskan pentingnya sinergi antar‑sektor, khususnya dengan industri makanan‑minuman, yang bersama‑sama dapat menciptakan paket produk bernilai tambah tinggi. Contohnya, kolaborasi dalam produksi seragam kerja, perlengkapan kebersihan, dan pakaian kerja khusus untuk industri kuliner.
Penutup, para peserta sepakat bahwa peran jasaboga tidak hanya sebagai penyedia barang, melainkan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, inovasi teknologi, dan tenaga kerja yang terampil, APJI optimis dapat mewujudkan visi menjadi mitra strategis utama bagi pemerintah dan pelaku industri lainnya.




