Artemis II Berhasil Mendarat di Laut Pasifik, Astronot Kembali ke Bumi dengan Selamat
Artemis II Berhasil Mendarat di Laut Pasifik, Astronot Kembali ke Bumi dengan Selamat

Artemis II Berhasil Mendarat di Laut Pasifik, Astronot Kembali ke Bumi dengan Selamat

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | NASA mengumumkan keberhasilan misi bersejarah Artemis II yang berhasil melakukan splashdown di Samudra Pasifik pada Jumat malam, 10 April 2026. Empat kru—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—menyelesaikan perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan, menandai kembali manusia ke fase penerbangan lunar pertama sejak program Apollo berakhir pada 1972.

Peluncuran sukses dimulai pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida, dengan roket Space Launch System (SLS) mengirim kapsul Orion ke orbit. Setelah menempuh empat hari perjalanan ke arah Bulan, kru mengitari sisi gelap Bulan dan mencatat jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia, yaitu lebih dari 252.000 mil dari Bumi—sekitar 4.100 mil lebih jauh daripada catatan Apollo 13.

Selama mengelilingi Bulan, astronot menyaksikan fenomena unik, termasuk gerhana matahari berdurasi 53 menit dan mengamati wilayah sisi jauh Bulan yang sebelumnya belum pernah dilihat mata manusia karena selalu berada dalam bayangan. Penelitian ilmiah meliputi pengukuran radiasi, pengujian sistem pendukung kehidupan, serta evaluasi kinerja perisai panas Orion yang sebelumnya dipertanyakan setelah kerusakan pada misi tak berawak Artemis I.

Re-entry dan Splashdown

Pada pukul 20.07 waktu setempat, kapsul Orion memulai re-entry dengan kecepatan puncak mencapai 25.000 mil per jam. Selama proses masuk atmosfer, suhu di sekitar perisai panas mencapai hingga 3.000 derajat Fahrenheit, menciptakan zona plasma yang menyebabkan hilangnya kontak radio selama enam menit—fenomena yang telah diprediksi tim teknik NASA.

Setelah blackout berakhir, parasut utama dan parasut bantuan berhasil dikeluarkan, menstabilkan kapsul dan menuntunnya ke zona pendaratan yang telah ditentukan di perairan lepas pantai San Diego. Proses splashdown berlangsung tanpa insiden, meskipun terjadi sedikit gangguan komunikasi antara kru di dalam air dan tim penyelamatan Angkatan Laut AS, yang menyebabkan penundaan singkat dalam proses evakuasi.

Proses Pemulihan

Tim penyelamat NASA dan Angkatan Laut tiba beberapa menit setelah kapsul menyentuh air. Divers memeriksa integritas kapsul, mengaktifkan “front porch” inflatables untuk menstabilkan posisi, dan membantu astronot keluar satu per satu. Semua anggota kru berhasil berjalan tanpa bantuan, sebuah pencapaian penting mengingat tantangan mikrogravitasi yang biasanya menyebabkan penurunan kemampuan berjalan setelah misi panjang di luar angkasa.

Setelah keluar, keempat astronot diangkut dengan helikopter ke kapal amfibi USS John P. Murtha, tempat mereka menjalani pemeriksaan medis awal. Pemeriksaan menunjukkan kondisi “happy and healthy”, kata Rick Henfling, flight director NASA, yang menambahkan bahwa semua data penting tentang perisai panas dan sistem propulsi telah dikumpulkan untuk analisis lebih lanjut.

Reaksi dan Pernyataan Resmi

  • Jared Isaacman, Administrator NASA, menyebut misi “sempurna” dan menegaskan bahwa Amerika kembali berada di jalur mengirim manusia ke Bulan, dengan rencana pendaratan berawak dan pembangunan pangkalan lunik pada 2028.
  • Lori Glaze, Deputy Administrator NASA, menyatakan kegembiraan tim atas kembalinya kru dengan selamat.
  • Presiden Donald Trump mengucapkan selamat melalui platform media sosialnya, mengajak kru ke Gedung Putih dan menyinggung langkah selanjutnya ke Mars.
  • Jeremy Hansen menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Kanada, menandai pencapaian pertama astronot Kanada mengelilingi Bulan.

Data Kunci Misi Artemis II

Parameter Nilai
Durasi total 9 hari 1 jam 32 menit 15 detik (dibulatkan menjadi 10 hari)
Jarak tempuh 700.237 mil (1,126,000 km)
Kecepatan maksimum 24.664 mil per jam
Jarak terjauh dari Bumi 252.756 mil (406.500 km)
Lokasi splashdown Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego

Misi Artemis II tidak hanya menandai keberhasilan teknis, tetapi juga menorehkan sejarah baru: Victor Glover menjadi pria kulit hitam pertama yang mengelilingi Bulan, Christina Koch menjadi wanita pertama yang melakukannya, dan Jeremy Hansen menjadi astronot Kanada pertama dalam perjalanan lunar.

Keberhasilan Artemis II membuka jalan bagi fase berikutnya, yakni Artemis III yang direncanakan akan mendaratkan astronot di permukaan Bulan dan memulai pembangunan pangkalan lunik jangka panjang. Tim ilmiah NASA kini menunggu analisis akhir perisai panas dan data ilmiah yang dikumpulkan selama penerbangan, yang akan menjadi landasan penting bagi misi-misi eksplorasi lebih jauh, termasuk rencana ambisius menuju Mars.

Dengan semua anggota kru kembali ke Houston pada hari Sabtu untuk pemeriksaan medis lanjutan, NASA menutup bab penting dalam program Artemis dan menyiapkan diri untuk tantangan selanjutnya dalam era penjelajahan antariksa berawak.