Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Setelah menempuh perjalanan mengelilingi Bulan selama sepuluh hari, misi berawak Artemis II resmi memulai fase kembali ke Bumi. Kapal luar angkasa Orion yang mengangkut empat astronot – komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch, dan astronaut Kanada Jeremy Hansen – kini berada pada jalur kembali yang diperkirakan memakan waktu empat hari hingga mendarat di Samudra Pasifik pada tanggal 10 April 2026.
Prestasi Utama Selama Mengorbit
Selama mengitari Bulan, kru Artemis II melakukan serangkaian pengamatan yang meliputi pemetaan kawah, pemantauan cahaya meteor, dan penyaksian gerhana Matahari total dari balik permukaan Bulan. Astronaut Victor Glover menggambarkan fenomena tersebut sebagai “Matahari tenggelam di balik Bulan, namun korona masih bersinar melingkari piringan bulan”. Gambar “Earthset” yang menampilkan Bumi seakan terbenam di belakang cakrawala lunar juga berhasil diabadikan, menampilkan sisi gelap Bumi serta awan berputar di atas Australia dan Oseania.
Selain visual, kru mencatat jarak terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi: 406.778 kilometer, melampaui rekor Apollo‑13 (400.171 km) yang bertahan selama lima puluh tahun. Pencapaian ini menegaskan kembali kemampuan teknologi modern dalam menaklukkan ruang angkasa.
Penghormatan Emosional di Permukaan Lunar
Di tengah momen ilmiah, terdapat sentuhan kemanusiaan yang mengharukan. Para astronaut menamai sebuah kawah di sisi jauh Bulan sebagai “Carroll Taylor Wiseman” untuk menghormati istri komandan Reid Wiseman yang meninggal pada 2020 karena kanker. Upacara penamaan disiarkan secara langsung, menimbulkan suasana hening selama satu menit di Pusat Kontrol Houston, dan meneteskan air mata dari Wiseman serta rekan-rekannya.
Mengapa Tidak Mendarat?
Keputusan NASA untuk tidak mendaratkan kru Artemis II di permukaan Bulan berlandaskan strategi pengujian bertahap. Orion tidak dirancang untuk pendaratan; fokus utama misi adalah menguji sistem pendukung kehidupan (life‑support) dan validasi navigasi serta komunikasi selama fase fly‑by. Kendala teknis pada perisai panas Orion, yang mengalami ablasi lebih tinggi pada Artemis I, serta pengembangan pakaian luar angkasa generasi baru (xEMU) dan modul pendaratan manusia (HLS) yang masih dalam tahap demonstrasi, menunda pendaratan manusia hingga Artemis IV diproyeksikan paling cepat pada 2028.
Rute Kembali dan Prediksi Pendaratan
- Orion menggunakan lintasan berbentuk angka delapan besar, memanfaatkan gravitasi Bulan untuk mempercepat kembali ke Bumi tanpa dorongan tambahan.
- Komunikasi terputus selama 40 menit ketika kapal berada di sisi yang menjauhi Bumi, namun kru melaporkan kesiapan mental melalui radio singkat.
- Prediksi pendaratan di Samudra Pasifik dekat San Diego pada Jumat, 10 April 2026.
Makna Historis dan Politik
Artemis II menandai kembali kehadiran manusia di lingkungan lunar setelah lebih dari 50 tahun sejak Apollo 17. Keberagaman kru – Glover sebagai astronaut kulit hitam pertama, Koch sebagai perempuan pertama, dan Hansen sebagai warga non‑Amerika pertama – menegaskan perubahan paradigma inklusivitas dalam program luar angkasa. Di samping aspek teknis, kebijakan politik turut berperan; era Apollo dipicu oleh persaingan Perang Dingin, sedangkan Artemis berkembang dalam konteks kolaborasi internasional dan komersial.
Dengan kembali ke Bumi dalam hitungan hari, Artemis II tidak hanya menutup bab penting dalam eksplorasi lunar, tetapi juga membuka jalan bagi misi-misi berikutnya yang akan menapaki permukaan Bulan secara langsung. Pengalaman terbang, data ilmiah, serta pelajaran teknis dari fase fly‑by ini akan menjadi fondasi kuat bagi Artemis III, IV, dan seterusnya, menjanjikan langkah manusia selanjutnya di luar angkasa.
Secara keseluruhan, Artemis II berhasil menyatukan unsur ilmiah, teknis, dan emosional dalam satu perjalanan bersejarah, sekaligus menegaskan komitmen NASA untuk kembali ke Bulan dengan kesiapan yang lebih matang demi eksplorasi masa depan.




