AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya

AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya

Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Jerman mengumumkan perubahan pandangan terhadap Amerika Serikat sebagai destinasi utama bagi generasi muda yang ingin menuntut ilmu atau mengembangkan karier. Kanselir Jerman Friedrich Merz secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak lagi merekomendasikan AS untuk anak‑anaknya, mengutip tiga alasan utama yang mencerminkan penurunan iklim sosial di negeri tersebut.

  1. Kekhawatiran atas keamanan dan meningkatnya kejahatan. Merz menyoroti data terbaru yang menunjukkan lonjakan tingkat kriminalitas di beberapa kota besar AS, termasuk peningkatan kasus kekerasan senjata api. Menurutnya, rasa aman yang dulu menjadi nilai jual utama Amerika bagi pelajar internasional kini berkurang.
  2. Biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau. Sistem perguruan tinggi di AS dikenal dengan kualitas tinggi, namun biaya kuliah dan biaya hidup yang terus naik membuat banyak mahasiswa asing harus menanggung beban keuangan yang berat. Merz menilai bahwa investasi pendidikan di AS tidak lagi sebanding dengan manfaat yang didapat.
  3. Kebijakan imigrasi dan kerja yang semakin ketat. Perubahan regulasi visa, terutama visa kerja dan pelajar, serta proses administrasi yang rumit membuat proses masuk dan tinggal di AS menjadi lebih sulit. Merz berpendapat bahwa kebijakan ini mengurangi daya tarik Amerika bagi profesional muda yang mencari pengalaman internasional.

Ketiga faktor tersebut, menurut Merz, menandakan pergeseran signifikan dalam “iklim sosial” Amerika yang dulu dianggap terbuka dan mendukung. Ia menambahkan bahwa negara‑negara lain, termasuk Jerman, kini menawarkan alternatif yang lebih stabil baik dari segi keamanan, biaya pendidikan, maupun peluang kerja.

Meski demikian, Merz tidak menutup kemungkinan bahwa Amerika dapat memperbaiki citranya di masa depan. Ia mengajak pembuat kebijakan AS untuk meninjau kembali kebijakan keamanan, pendidikan, dan imigrasi agar kembali menjadi magnet bagi talenta global.