Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Pada Jumat, 5 Juni 2024, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa Lazaro, di Washington. Pertemuan tersebut difokuskan pada langkah-langkah konkret untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, wilayah yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara beberapa negara Asia Tenggara dan China.
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Komitmen bersama untuk menegakkan hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
- Peningkatan kerja sama militer dan keamanan maritim antara Amerika Serikat dan Filipina, termasuk latihan gabungan dan patroli bersama.
- Pembentukan mekanisme dialog multilateral yang melibatkan negara‑claimant untuk mengurangi insiden konfrontatif di laut.
- Dukungan Amerika Serikat terhadap upaya Filipina dalam memperkuat kapasitas pertahanan maritimnya.
Kedua pejabat menekankan pentingnya menyeimbangkan kepentingan strategis dengan upaya diplomatik, mengingat peningkatan aktivitas kapal militer dan kapal nelayan di wilayah tersebut. Mereka juga menyoroti peran penting negara‑negara ASEAN dalam menciptakan kerangka kerja regional yang inklusif.
Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus berperan sebagai “penjaga kebebasan navigasi” dan siap membantu negara‑negara sekutu dalam mempertahankan hak‑hak mereka di laut. Sementara itu, Lazaro menyampaikan harapan bahwa dialog yang terbuka dapat mencegah eskalasi konflik dan membuka peluang bagi penyelesaian damai yang berkelanjutan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi inisiatif lebih luas, termasuk rencana penyusunan perjanjian keamanan maritim yang lebih terperinci antara kedua negara serta partisipasi aktif dalam forum regional seperti East Asia Summit dan ASEAN Regional Forum.




