AS Ingin MRO Hercules di Indonesia, Gubernur Lemhannas: Ini Bagian Investasi
AS Ingin MRO Hercules di Indonesia, Gubernur Lemhannas: Ini Bagian Investasi

AS Ingin MRO Hercules di Indonesia, Gubernur Lemhannas: Ini Bagian Investasi

Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Jakarta, — Dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, terungkap keinginan AS untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan (MRO) pesawat Hercules C‑130 di kawasan Asia. Usulan tersebut disambut oleh Gubernur Lemhannas, Brigjen (Purn) R. Riyadi, yang menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rangkaian investasi strategis dalam sektor pertahanan.

  • Meningkatkan kemampuan teknis dan sumber daya manusia Indonesia melalui transfer teknologi.
  • Menciptakan lapangan kerja baru baik langsung maupun tidak langsung di sektor manufaktur, logistik, dan layanan teknik.
  • Menarik investasi asing yang dapat memperkuat basis ekonomi regional.
  • Memperkuat posisi geopolitik Indonesia sebagai titik hub logistik militer di Asia Tenggara.

Gubernur juga menambahkan bahwa pemerintah siap menyediakan dukungan regulasi dan infrastruktur, termasuk pengembangan bandara militer yang memiliki fasilitas hangar dan peralatan khusus. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, terutama Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), untuk memastikan kelancaran proses investasi.

Sementara itu, pihak Pentagon menekankan bahwa Hercules C‑130 merupakan pesawat angkut taktis yang banyak digunakan dalam operasi kemanusiaan, bantuan bencana, dan misi keamanan. Menjadikan Indonesia sebagai pusat MRO diharapkan dapat mempercepat perawatan, mengurangi waktu tunggu, serta menurunkan biaya operasional bagi negara‑negara pengguna di kawasan.

Jika usulan ini terealisasi, Indonesia diperkirakan akan menandatangani perjanjian kerja sama dalam beberapa bulan ke depan, dengan target operasional fasilitas MRO mulai tahun 2028. Pemerintah menilai bahwa proyek ini sejalan dengan visi “Indonesia Mandiri” dalam bidang pertahanan dan keamanan.