AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi untuk Pertahanan Militer
AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi untuk Pertahanan Militer

AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi untuk Pertahanan Militer

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Program “Rads to Watts” yang diluncurkan oleh Departemen Energi Amerika Serikat menargetkan pengembangan baterai nuklir berkapasitas tinggi yang mampu mengubah radiasi menjadi listrik secara langsung.

Teknologi inti yang dipakai disebut radiovoltaik, yaitu konversi partikel radiasi menjadi arus listrik melalui sel khusus yang terbuat dari material semi‑konduktor. Berbeda dengan generator termoelektrik tradisional, baterai ini tidak memerlukan sistem pendingin besar atau reaktor berukuran penuh.

  • Skala operasional: Direncanakan untuk memberikan daya berkelanjutan antara 10 kW hingga beberapa megawatt, cukup untuk mendukung pangkalan militer di daerah terpencil.
  • Aplikasi utama: Kendaraan tak berawak, stasiun komunikasi di zona konflik, serta misi luar angkasa jangka panjang.
  • Keunggulan: Waktu operasi dapat mencapai puluhan tahun tanpa pengisian ulang, serta tahan terhadap kondisi ekstrem seperti suhu tinggi dan radiasi tinggi.

Tim riset yang dipimpin oleh National Renewable Energy Laboratory (NREL) bersama mitra pertahanan melaporkan bahwa prototipe awal telah berhasil menghasilkan listrik stabil selama 18 bulan dalam pengujian laboratorium.

Parameter Nilai
Daya Output (prototipe) 15 kW
Umur Operasional (perkiraan) 30–50 tahun
Berat ≈ 250 kg
Material Sel Silicon Carbide (SiC) berbasis radiasi

Walaupun potensi energinya menjanjikan, proyek ini masih menghadapi tantangan regulasi terkait penanganan bahan radioaktif serta kebutuhan pengujian keamanan di lingkungan militer. Pemerintah AS menargetkan fase demonstrasi lapangan pada tahun 2027 sebelum produksi massal dimulai.

Jika berhasil, baterai nuklir berdaya tinggi dapat mengubah cara pasukan mengakses energi di zona konflik, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus membuka peluang baru untuk misi luar angkasa yang memerlukan sumber daya yang tahan lama.