Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Washington mengumumkan serangkaian sanksi baru pada akhir April 2026 terhadap beberapa perusahaan dan fasilitas di Tiongkok yang diduga terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Langkah ini diambil menjelang KTT dua tingkat antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada 14-15 Mei 2026.
Daftar sanksi mencakup lima entitas yang beroperasi di sektor logistik minyak, termasuk dua terminal penyimpanan di wilayah selatan China serta tiga perusahaan transportasi laut yang konon menyediakan layanan bagi kapal tanker Iran. Pemerintah AS menuduh entitas tersebut memfasilitasi pelanggaran sanksi internasional terhadap Iran, yang masih berada di bawah embargo minyak sejak 2018.
| Entitas | Jenis | Alasan Sanksi |
|---|---|---|
| China Oil Terminal Co. | Terminal Penyimpanan | Diduga menyalurkan minyak Iran ke pasar regional |
| Pacific Marine Logistics Ltd. | Perusahaan Transportasi Laut | Memberikan jasa pelayaran untuk kapal tanker Iran |
| Southern Petro Hub | Terminal Penyimpanan | Terlibat dalam penyimpanan dan distribusi minyak Iran |
Pengumuman sanksi tersebut menimbulkan reaksi keras dari Kedutaan Besar Tiongkok di Washington. Duta Besar Wang Yi menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat merupakan bentuk intimidasi politik yang bertujuan menekan Tiongkok menjelang pertemuan puncak. “Kami menolak keras segala upaya yang mengancam kedaulatan ekonomi kami dan menegaskan bahwa kerja sama bilateral tidak boleh dijadikan arena permainan politik,” ujar Wang dalam sebuah pernyataan tertulis.
Pihak Beijing menegaskan bahwa hubungan perdagangan antara kedua negara tetap kuat, dengan nilai pertukaran barang mencapai lebih dari $600 miliar pada tahun 2025. Namun, Washington mengklaim bahwa Tiongkok memiliki peran penting dalam membantu Iran menghindari pembatasan minyak internasional, yang pada gilirannya dapat memperburuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Para pengamat menilai bahwa sanksi ini dapat menambah tekanan pada negosiasi KTT Trump-Xi. Beberapa analis memperkirakan bahwa Washington mungkin akan menuntut komitmen Tiongkok untuk menutup celah yang memungkinkan Iran mengakses pasar minyak global. Sementara itu, pihak Tiongkok diprediksi akan menolak setiap tuntutan yang dianggap mengintervensi urusan domestik atau menghambat kepentingan ekonominya.
Selain isu sanksi, agenda KTT mencakup diskusi mengenai perdagangan, keamanan siber, serta kerjasama dalam penanganan perubahan iklim. Kedua pemimpin diharapkan akan mencari titik temu meski terdapat perbedaan pandangan yang signifikan dalam kebijakan luar negeri masing-masing.




