AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas dengan Serangan ke Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas dengan Serangan ke Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain

AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas dengan Serangan ke Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain

Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Pada hari Selasa, militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sepuluh target strategis di wilayah Iran, menanggapi dugaan keterlibatan Tehran dalam serangkaian aktivitas militer yang dianggap mengancam kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut melibatkan pesawat pembom berbasis kapal induk serta drone berpresisi, menargetkan instalasi militer, fasilitas produksi rudal, serta pangkalan udara yang diyakini menjadi pusat komando Pasukan Revolusi Islam Iran (IRGC). Berikut adalah jenis-jenis target yang dilaporkan:

  • Fasilitas produksi rudal balistik
  • Pangkalan udara militer di dekat Tehran
  • Markas komando IRGC
  • Gudang senjata konvensional
  • Stasiun radar pertahanan udara
  • Basis logistik militer di provinsi Khuzestan
  • Instansi intelijen militer
  • Gudang amunisi kimia
  • Pelabuhan militer di Laut Kaspia
  • Pos pengintaian darat di perbatasan Irak

Menanggapi aksi tersebut, Pasukan Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone buatan Iran. Serangan balasan ini diarahkan ke dua instalasi milik Amerika Serikat: Pangkalan Ali Salem di Kuwait serta Armada Angkatan Laut Kelima yang berlabuh di Pelabuhan Salman, Bahrain.

Respons internasional beragam. Sekutu tradisional Amerika Serikat, seperti Inggris dan Australia, menyatakan dukungan terhadap tindakan AS sebagai bagian dari upaya menahan agresi Iran. Sementara itu, beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengutuk aksi Iran sebagai eskalasi yang dapat memperburuk stabilitas regional.

Para analis politik menilai bahwa serangkaian serangan ini menandai peningkatan ketegangan militer antara Washington dan Tehran, serta menambah risiko konflik yang lebih luas di wilayah Teluk Persia. Kedua belah pihak tampaknya berada dalam posisi saling menguji batasan militer, dengan kemungkinan tindakan balasan lebih lanjut jika salah satu pihak menilai kepentingannya terancam.

Hingga kini, tidak ada konfirmasi resmi dari Pentagon mengenai korban atau kerusakan di pihak Amerika. Namun, pernyataan pejabat militer menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons yang proporsional dan terukur terhadap ancaman Iran.