Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan ekspor satu pintu yang baru-baru ini diterapkan pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memberikan kepastian pasar bagi petani.
Sementara itu, asosiasi menegaskan bahwa harga tandan buah segar (TBS) yang mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir harus segera dikembalikan ke level yang adil. Menurut data internal, harga TBS turun hingga 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menimbulkan tekanan ekonomi bagi ribuan petani di seluruh Indonesia.
Apkasindo menyoroti beberapa poin penting dalam pernyataannya:
- Meminta pemerintah melalui DSI (Direktorat Sumber Daya Industri) untuk melakukan intervensi harga secara cepat.
- Mengajukan mekanisme penetapan harga yang transparan dan melibatkan perwakilan petani.
- Menekankan pentingnya dukungan kredit dan bantuan teknis bagi petani yang terdampak.
- Mengharapkan pelaksanaan ekspor satu pintu tidak mengurangi nilai tambah bagi produsen lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP Apkasindo menambahkan bahwa stabilitas harga TBS merupakan faktor kunci untuk menjaga kesejahteraan petani dan memastikan kelangsungan produksi kelapa sawit nasional. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan ekspor harus diiringi dengan langkah-langkah yang melindungi kepentingan petani, termasuk penetapan harga minimum yang realistis.
Asosiasi menutup pernyataan dengan menyerukan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, sehingga sektor kelapa sawit dapat terus berkontribusi pada perekonomian negara tanpa mengorbankan kesejahteraan para petani.




