Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Pecinan Semarang kembali menjadi sorotan publik ketika kirab budaya tahunan digelar di kawasan bersejarah tersebut. Salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian adalah penampilan “tatung“, sekelompok dukun yang mengklaim kerasukan arwah leluhur.
Profil Tatung
Tatung merupakan istilah yang lazim di kalangan masyarakat Jawa untuk menyebut praktisi spiritual yang dipercaya mampu menyalurkan energi atau roh leluhur melalui tarian, nyanyian, dan gerakan khas. Mereka biasanya mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan perhiasan logam, serta membawa alat-alat ritual seperti dupa dan gong kecil.
Penampilan di Kirab Budaya
Pada hari acara, kelompok tatung berbaris bersama rombongan seni lainnya, menampilkan rangkaian gerakan yang cepat dan dinamis. Penonton melaporkan sensasi getaran yang terasa di tanah, serta suara gemuruh yang seakan berasal dari alam gaib. Meskipun terkesan mistis, penampilan ini diselingi dengan komentar ringan dari pembawa acara yang menjelaskan makna simbolik tiap gerakan.
Reaksi Masyarakat
- Warga lokal: Banyak yang merasa bangga karena tradisi unik ini tetap hidup dan menjadi daya tarik wisata.
- Turis: Para pengunjung luar kota menyebut atraksi tatung sebagai pengalaman budaya yang tak terlupakan.
- Pengamat budaya: Menilai bahwa kehadiran tatung memperkaya ragam seni tradisional yang dipentaskan dalam satu rangkaian acara.
Makna Budaya
Keberadaan tatung dalam kirab budaya mencerminkan upaya pelestarian nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan turun-temurun. Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menghormati leluhur dan menjaga identitas lokal.
Dengan keberagaman atraksi yang ditampilkan, kirab budaya Pecinan Semarang tidak hanya memperlihatkan kekayaan seni tradisional, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga dalam merayakan warisan budaya Indonesia.




