Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengumumkan rencana penempatan 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam program pelatihan Komandan Cadangan (Komcad). Program ini akan dilaksanakan di sejumlah lembaga pendidikan (lemdik) milik TNI dan Kemhan, sebagai upaya memperkuat kesiapan pertahanan negara melalui pengembangan sumber daya manusia.
Pelatihan Komcad dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar militer, kepemimpinan, serta kemampuan operasional kepada peserta. Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan pemahaman tentang kebijakan pertahanan, strategi keamanan, dan etika profesional dalam lingkungan pertahanan.
Berikut adalah beberapa lembaga pendidikan yang akan menjadi tempat pelatihan:
- Akademi Militer (AKMIL)
- Politeknik TNI Angkatan Darat
- Politeknik TNI Angkatan Laut
- Politeknik TNI Angkatan Udara
- Akademi Angkatan Laut (AAL)
- Akademi Angkatan Udara (AAU)
Proses seleksi ASN yang akan mengikuti pelatihan meliputi penilaian kompetensi teknis, motivasi, serta potensi kepemimpinan. Kriteria utama mencakup latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan kesiapan fisik serta mental untuk mengikuti program yang menuntut.
Jadwal pelatihan direncanakan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini dan berlangsung selama enam bulan, dengan fase teori di kampus dan fase praktik di lapangan. Setiap peserta akan mengikuti modul-modul inti seperti strategi pertahanan, manajemen krisis, taktik dasar, serta simulasi operasi.
Penerapan program ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga ahli yang siap mendukung operasi pertahanan, meningkatkan sinergi antar lembaga, serta memperkuat cadangan strategis nasional. Selain manfaat operasional, pelatihan juga memberikan peluang pengembangan karir bagi ASN yang berhasil menyelesaikan program dengan baik.
Implementasi pelatihan Komcad ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Kemhan untuk memperkuat basis pertahanan melalui penguatan SDM. Dengan melibatkan ASN yang memiliki latar belakang sipil, diharapkan tercipta integrasi yang lebih baik antara unsur militer dan sipil dalam menghadapi tantangan keamanan masa depan.




