Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) kembali menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam upaya meningkatkan minat baca, lembaga ini memberikan sejumlah arahan strategis kepada pengelola TBM serta pihak terkait.
Fokus Utama Inovasi
- Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan aplikasi katalog digital untuk memudahkan pencarian koleksi buku.
- Kurikulum Lokal: Integrasi materi bacaan yang mencerminkan kearifan budaya daerah.
- Keterlibatan Relawan: Pelatihan sukarelawan agar dapat menjadi fasilitator kegiatan literasi.
Langkah Konkret yang Ditetapkan
- Audit koleksi buku di setiap TBM untuk memastikan keberagaman genre.
- Penyediaan ruang baca yang ramah anak dengan perabotan ergonomis.
- Penyelenggaraan acara “Baca Bersama” secara periodik melibatkan sekolah dan komunitas.
Selain itu, Badan Bahasa menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta. Dukungan pendanaan dan penyediaan bahan bacaan yang relevan dianggap kunci keberlanjutan program.
Pengelola TBM di Kendari menyambut positif arahan tersebut. Mereka berencana memperluas jaringan TBM ke wilayah pinggiran kota serta meningkatkan program literasi digital bagi remaja. Diharapkan, dengan inovasi yang diterapkan, tingkat partisipasi warga dalam kegiatan membaca akan meningkat signifikan.
Secara keseluruhan, inisiatif Badan Bahasa ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat budaya membaca di tingkat masyarakat, khususnya di daerah terpencil seperti Kendari.




