Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Tajuddin, menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen mengimpor minyak mentah dari Rusia sesuai kebutuhan nasional.
Impor akan dilaksanakan melalui mekanisme government-to-government (G2G) dengan volume yang direncanakan mencapai 150 juta barel, disesuaikan dengan proyeksi konsumsi bahan bakar minyak dalam negeri.
Alasan utama adalah produksi minyak dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan, serta adanya tekanan geopolitik dan sanksi internasional yang mempengaruhi pasar global. Rusia dipilih sebagai sumber strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM.
Pemerintah akan memantau volume secara berkala, menyesuaikan kontrak dengan fluktuasi permintaan, dan memastikan transparansi dalam proses pengadaan.
- Skema G2G memastikan transaksi antar pemerintah.
- Target volume 150 juta barel.
- Impor disesuaikan dengan kebutuhan nasional.
- Tujuan menjaga pasokan dan stabilitas harga BBM.
Dengan langkah ini, diharapkan pasokan BBM tetap aman dan harga tetap terjaga untuk kepentingan konsumen serta sektor industri.




