Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat

Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat

Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik yang melanda beberapa wilayah Indonesia pada akhir pekan kemarin. Menurutnya, gangguan tersebut tidak disebabkan oleh kelangkaan stok batubara, melainkan faktor teknis dan operasional.

Dalam sambutan resmi yang disampaikan melalui konferensi pers virtual, Bahlil menegaskan bahwa jaringan listrik nasional masih memiliki cadangan batubara yang cukup untuk menjaga pembangkit tetap beroperasi. Ia menambahkan bahwa pemadaman terjadi karena:

  • Perawatan rutin pada unit pembangkit yang harus dijadwalkan secara berkala.
  • Lonjakan beban listrik yang melebihi kapasitas sementara, terutama pada hari libur panjang.
  • Gangguan pada infrastruktur transmisi, seperti pemadaman pada gardu induk atau kerusakan pada jalur kabel.

“Tidak ada kaitannya dengan stok batubara yang langka. Kami sedang mengoptimalkan pasokan dan memastikan semua pembangkit beroperasi pada kapasitas maksimal,” ujar Bahlil.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Kementerian ESDM telah menginstruksikan PLN untuk mempercepat proses perbaikan dan menambah pasokan listrik darurat dari pembangkit cadangan. Selain itu, pihak kementerian juga meningkatkan koordinasi dengan operator pembangkit batu bara dan gas untuk memastikan aliran bahan bakar tidak terhambat.

Langkah-langkah konkret yang akan diambil meliputi:

  1. Pengiriman tim teknis ke area yang terdampak untuk inspeksi cepat.
  2. Penambahan unit pembangkit listrik sementara (PLTU mini) di daerah yang mengalami beban berlebih.
  3. Peningkatan pemantauan real‑time pada jaringan transmisi melalui sistem SCADA yang lebih canggih.

Bahlil menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk memulihkan pasokan listrik secepat mungkin, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk menghemat energi selama masa pemulihan.