Bali United Kalah Telak di Kandang Persib Bandung, Johnny Jansen Tetap Bangga Meski Derita
Bali United Kalah Telak di Kandang Persib Bandung, Johnny Jansen Tetap Bangga Meski Derita

Bali United Kalah Telak di Kandang Persib Bandung, Johnny Jansen Tetap Bangga Meski Derita

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Tim Bali United mengalami kemunduran tak terduga pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 setelah menelan kekalahan 0-2 di kandang sendiri melawan Persib Bandung. Kekalahan ini menghentikan rentetan tiga kemenangan beruntun yang dibangun sejak kemenangan gemilang 2-0 atas PSM Makassar pada pekan ke-30. Meskipun demikian, pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, tetap menegaskan rasa kebanggaannya atas performa tim serta menekankan pentingnya proses berkelanjutan.

Trisur Keberhasilan Terbaru Bali United

Menjelang laga melawan Persib, Bali United berada dalam performa yang mengesankan. Kemenangan 2-0 atas PSM Makassar memperkuat posisi mereka di papan tengah klasemen dengan 45 poin, menempel hanya dua poin di belakang Bhayangkara FC yang menempati peringkat empat. Dua gol yang memecah kebuntuan berasal dari Diego Campos dan Irfan Jaya, keduanya mengeksekusi skema cut‑back yang sudah dipersiapkan sejak sesi latihan. Irfan Jaya bahkan menegaskan, “Dua gol ini dari skema yang sudah dilakukan saat latihan.”

Jansen mengapresiasi kerja keras tim, menambahkan, “Kami sangat senang dengan tiga kemenangan beruntun ini. Babak pertama, kami bisa menguasai pertandingan. Kartu merah ya kartu merah, namun kami tetap menguasai permainan, terutama dari sektor kiri.” Pelatih mengakui adanya celah pada saat menyerang, namun menilai pertahanan PSM Makassar belum cukup untuk menimbulkan ancaman signifikan.

Kekalahan di Laga Persib Bandung

Namun, semangat itu terhenti ketika Persib Bandung menampilkan taktik defensif yang ketat dan transisi cepat pada laga pekan ke-31. Persib memanfaatkan kesalahan kecil pada lini pertahanan Bali United di menit ke-23, menghasilkan gol pembuka lewat tendangan jauh yang tidak dapat dihentikan oleh kiper Mike Hauptmeijer. Gol kedua tercipta pada menit ke-57 setelah serangan balik yang dipimpin oleh striker Persib, menambah tekanan pada Bali United yang kini terpaksa bermain menahan gempuran.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola Bali United tetap di atas 55%, namun efektivitas serangan menurun drastis. Dari 12 tembakan ke arah gawang, hanya dua yang berhasil menguji kiper lawan, sementara Persib mencetak dua gol dari delapan tembakan dengan akurasi tinggi. Kartu merah kembali menghiasi pertandingan, kali ini diberikan kepada gelandang Bali United, Yuran Fernandes, pada menit ke‑78 karena pelanggaran keras di area penalti.

Reaksi Johnny Jansen dan Optimisme Kedepan

Usai laga, Johnny Jansen mengakui kekurangan tim namun menegaskan bahwa proses pembelajaran tetap menjadi prioritas. “Kekalahan ini memberi kami pelajaran berharga. Kami harus lebih disiplin dalam transisi dan memperbaiki ketajaman akhir. Saya tetap bangga karena tim tidak menyerah dan terus menunjukkan karakter yang kuat,” ujar Jansen dalam konferensi pers.

Pelatih menambahkan bahwa suporter tetap menjadi sumber motivasi utama. “Saya senang dengan kepercayaan yang diberikan oleh fans. Mereka selalu menuntut kemenangan, namun kami harus tetap realistis dan bekerja langkah demi langkah.” Jansen menekankan bahwa empat pertandingan tersisa masih memberi peluang bagi Bali United untuk memperbaiki posisi klasemen dan bersaing masuk lima besar, target utama sejak kedatangan beliau.

Jadwal berikutnya mengharuskan Bali United menghadapi Madura United yang sedang berjuang menghindari degradasi, dilanjutkan dengan pertemuan penting melawan Persib Bandung lagi di laga tandang, serta menghadapi Borneo FC dan Bhayangkara FC di kandang. Jansen menegaskan, “Kami akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk kembali menunjukkan kekuatan tim dan mengejar poin demi poin.”

Secara keseluruhan, meskipun kekalahan melawan Persib menimbulkan kekecewaan, Bali United tetap berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan performa menjelang akhir musim. Dengan dukungan suporter, penyesuaian taktik, dan kepercayaan pada skema latihan, Johnny Jansen berkeyakinan bahwa Serdadu Tridatu dapat bangkit kembali dan menutup musim dengan catatan positif.