Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Penyerang muda Chelsea FC, Mykhailo Mudryk, mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) atas keputusan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang menjatuhkan larangan bermain selama empat tahun karena dugaan pelanggaran anti‑doping.
Kasus ini bermula ketika FA menemukan hasil tes narkoba yang tidak memenuhi standar kebersihan pada bulan Januari 2024, yang kemudian mengarah pada tuduhan penggunaan zat terlarang. Berdasarkan regulasi FA, pelanggaran tersebut dapat dikenai sanksi maksimum empat tahun, yang kemudian dijatuhkan kepada Mudryk.
- Januari 2024 – Tes doping dilakukan setelah pertandingan liga Inggris.
- Februari 2024 – FA mengumumkan hasil positif dan membuka proses disipliner.
- Maret 2024 – Mudryk menerima sanksi larangan bermain selama empat tahun.
- April 2024 – Mudryk mengajukan banding ke CAS, menyatakan bahwa prosedur tes tidak memenuhi standar internasional dan menuntut pembatalan sanksi.
Dalam permohonan banding, tim hukum Mudryk menyoroti beberapa poin kunci, antara lain:
- Ketidaksesuaian prosedur pengambilan sampel dengan protokol World Anti‑Doping Agency (WADA).
- Kekurangan dokumentasi yang jelas mengenai rantai penjagaan sampel.
- Kurangnya pemberitahuan resmi kepada pemain mengenai hak‑hak banding sebelum keputusan final dikeluarkan.
Jika CAS memutuskan mendukung banding, sanksi dapat dikurangi atau dibatalkan, memungkinkan Mudryk kembali ke lapangan lebih cepat. Namun, jika keputusan tetap, pemain harus menjalani larangan selama empat tahun, yang berarti ia akan kehilangan puncak kariernya di usia 22‑23 tahun.
Kasus ini menambah daftar kontroversi doping di sepak bola Eropa dan menjadi sorotan media internasional, mengingat profil tinggi Mudryk sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Premier League.




